Lestarikan Seni Bela Diri Tradisional, Koramil 04 Babelan Rutin Lakukan Pembinaan Sanggar-sanggar Pencak Silat

Babelan (Bintang Save) – Siapa sih yang gak kenal pencak silat? Ya, salah satu seni bela diri tradisional warisan budaya nusantara ini memang sudah mendunia namanya.

Di Indonesia sendiri, banyak banget komunitas-komunitas yang terus melestarikan pencak silat. Merujuk data Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), ada lebih dari 840 perguruan pencak silat yang tersebar di berbagai daerah di tanah air. Nah, salah satunya bisa kita temui di Babelan, yakni Sanggar Perla (Sanin).

Kepala Desa Kedung Pengawas H. Nasarudin, bilang, untuk supaya dapat terus melestarikan pencak silat. Pihaknya dengan dibantu Pelda Karma Adi Wijaya, Babinsa Koramil 04 Babelan Kodim 0509 Kabupaten Bekasi, secara rutin melakukan pembinaan.

“Seni bela diri ini harus terus dijaga. Maka dari itu, kami secara rutin mendorong untuk diadakan latihan-latihan dan bahkan pertandingan antar pergurun pencak silat,” katanya, Kamis (19/1/2023).

“Dan ternyata kegiatan ini sangat dinantikan oleh lapisan masyarakat, terutama para pegiat pencak silat itu sendiri,” tambahnya.

Hal senada dikatakan Sertu Jajang Suhanda. Dia menyebut, bahwa sejatinya latihan dan pertandingan pencak silat tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian adat tradisi dan seni budaya pencak silat yang ada di Kecamatan Babelan.

‚ÄúSudah lama sekali kegiatan latihan pencak silat vakum atau tidak diselenggarakan akibat pandemi Covid-19. Alhamdulillah, pada akhirnya kami dapat menyelenggarakannya lagi di Desa Kedung Pengawas,” ucap dia.

Dirinya juga menegaskan, bahwa Babinsa Koramil 04 Babelan akan selalu mendukung kegiatan positif yang digelar masyarakat di wilayah Desa Kedung Pengawas. “Apalagi kegiatan latihan Pencak Silat ini bertujuan untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia,” singkatnya.

“Antusias peserta latihan begitu besar. Ternyata masih banyak masyarakat, terutama para pemuda di Kecamatan Babelan yang punya keahlian pencak silat. Sekali lagi, hal ini menunjukkan bahwa seni bela diri pencak silat harus kita lestarikan,” imbuh Sertu Jajang Suhanda.

Sementara itu, Sanin (Perla) salah seorang Ketua Seni Budaya Sangar Perla dan Pencak Silat Koprek Bekasi, menjelaskan mengenai latihan pencak silat di Desa Kedung Pengawas yang berbeda dengan latihan pencak silat pada umumnya.

“Karena latihan pencak silat Seni Budaya Sangar Perla diawali dengan penampilan kedua peserta memperlihatkan jurus-jurusnya dengan menggunakan senjata golok,” tuturnya.

Kemudian, kedua peserta melaksanakan pertarungan untuk mencari pemenangnya.

“Pertarungannya pun hanya untuk saling menjatuhkan lawan tanpa ada jual beli pukulan, seperti adu gulat atau kuncian dan bantingan saja,” pungkas Sanin sambil menunjuk ke arah peserta latihan. (boby)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*