Dinas Perikanan Gelar Kegiatan Praktek Perbaikan Mesin Kapal, Nelayan Muaragembong Kini Bisa Memperbaiki Mesin Kapal Secara Mandiri

Muragembong (Bintang Save) – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Bekasi menggelar Praktek Perbaikan Mesin Kapal Kecil sebagai bagian dari rangkaian Kegiatan Pengembangan Kapasitas Nelayan Kecil Tahun Anggaran 2022.

Kegiatan dilangsungkan di Kp. Kedung Cinde, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Rabu (27/7) pagi.

Ida Maryani, Pejabat Fungsional Pengelola Produksi Perikanan Tangkap pada Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, mengatakan bahwa target Dinas Perikanan pada kegiatan praktek perbaikan mesin kapal adalah agar nelayan bisa memperbaiki mesin kapal secara mandiri.

“Jadi dalam kegiatan ini nelayan akan memperbaiki mesin kapal dari yang tidak terpakai, sampai bisa hidup kembali untuk dipakai melaut,” terangnya.

Kegiatan ini pun, disebutnya, merupakan yang ketiga dari rangkaian upaya Dinas Perikanan meningkatkan kompetensi nelayan di Kabupaten Bekasi.

“Sebelumnya kita telah melaksanakan kegiatan laminasi kapal, kemudian sekarang ada praktek perbaikan mesin. Nantinya nelayan juga akan mendapat pelatihan pembuatan alat tangkap ikan,” ungkapnya.

Selain pembinaan keterampilan nelayan, dijelaskan Ida, Dinas Perikanan juga memiliki program pembinaan kelompok nelayan. Yakni berupa pembinaan kelompok usaha bersama (KUB), dan juga memfasilitasi pembentukan koperasi usaha nelayan.

“Untuk pembinaan koperasi itu sendiri kami bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM. Sedangkan untuk kelembagaannya kami melakukan pembinaan sendiri, baik dari sisi administrasinya maupun permodalannya,” papar Ida.

Untuk diketahui, secara total, data mencatat, ada 3.800 nelayan di Kabupaten Bekasi, dengan yang baru tersentuh pembinaan mencapai sekitar 1.100 nelayan.

Kepala Desa Pantai Bakti, Manan, menyampaikan apresiasi atas kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Perikanan.

“Saya bersyukur, dimana dinas telah melakukan kegiatan ini. Sebab di daerah kami memang cukup kekurangan tenaga-tenaga terampil yang mampu memperbaiki mesin kapal,” ujar dia.

Dengan memiliki kemampuan memperbaiki mesin kapal ini, kata dia, nelayan jadi bisa memperbaiki mesin kapal secara mandiri. Tanpa harus mendatangkan mekanik dari luar yang tentunya akan memakan biaya.

Kedepannya, Manan berharap, Dinas Perikanan juga bisa memfasilitasi pembinaan kelompok usaha nelayan.

“Kami sangat berharap pemerintah bisa memberikan pembinaan, misalnya terkait pengemasan dan pemasaran produk-produk dari usaha nelayan di Muaragembong ini,” pungkasnya. (TS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*