STOP PRESS: Ketum NPCI Jawa Barat Tegaskan Norman Yulian Masih Jabat Sekretaris NPCI Kab. Bekasi

Cikarang (Bintang Save) – Ketua Umum National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Jawa Barat, Supriatna Gumilar, menegaskan kembali bahwa Norman Yulian masih merupakan Sekretaris NPCI Kabupaten Bekasi yang sah.

Hal itu dipastikannya dalam konfrerensi pers yang digelar di kantor NPCI Kabupaten Bekasi, di kawasan Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kamis (14/7) siang.

“Saya tegaskan bahwa belum ada perombakan pengurus NPCI Kabupaten Bekasi. Adapun kabar yang beredar selama ini adalah hoax,” tegas dia.

Pun terkait kegaduhan yang terjadi, dirinya memastikan belum akan mengambil langkah hukum apapun.

“Dinamika yang terjadi (dalam organisasi) itu wajar. Saya harap kegaduhan (pergantian pengurus) ini disudahi. Dan, kami juga yakin, NPCI Kabupaten Bekasi dapat mengambil pelajaran dari masalah yang ada,” ujarnya penuh penekanan.

Para atlet akan mengikuti Peparda VI Tahun 2022. Kabupaten Bekasi akan menjadi tuan rumahnya.

Selanjutnya, ia meminta NPCI Kabupaten Bekasi untuk fokus pada persiapan atlet. Karena selain Paperda VI tahun 2022, para atlet dari Kabupaten Bekasi juga akan menghadapi ASEAN Paragames di Solo.

“Yang terpenting bagi NPCI Kabupaten Bekasi sekarang adalah bagaimana bisa melakukan persiapan sebaik mungkin sehingga Kabupaten Bekasi bisa menjadi juara umum Paperda VI. Jadi mari kita jawab keraguan dan pandangan miring orang di luar sana dengan prestasi,” ungkap Supriatna Gumilar, yang langsung disambut riuh tepuk tangan para atlet.

Optimis Juara Umum Peparda VI

Kabupaten Bekasi mendapat kehormatan dengan menjadi tuan rumah event Peparda VI. Berkenaan dengan itu, Ketua NPCI Kabupaten Bekasi Kardi Leo mengaku optimis Kabupaten Bekasi mampu menyabet gelar juara umum.

“Kami yakin. Dengan persiapan yang cukup dan dukungan sebagai tuan rumah bisa mencapai target juara umum,” kata dia yakin.

Ketua NPCI Kabupaten Bekasi, Kardi Leo.

Lebih jauh, dijelaskan Kardi Leo, bahwa Peparda VI adalah karpet merahnya atlet disabilitas untuk turut mengharumkan nama Kabupaten Bekasi.

“Dengan perjuangan ini kita bisa mengangkat harkat dan martabat atlet difabel,” imbuhnya.

“Kabupaten Bekasi harus juara umum. Sedikitpun tidak boleh leha-leha. Kita mesti meraih juara. Menjadu juara sejati,” tutur Kardi Leo. (ccp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*