Grebek Stunting, Koramil 04/Babelan Serahkan Bantuan Kepada Keluarga di Kelurahan Kebalen

Babelan (Bintang Save) – Koramil 04/Babelan turut melaksanakan operasi Grebek Stunting yang dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi pada Rabu, 13 Juli 2022 lalu.

Grebek Stunting adalah sebagai upaya percepatan penurunan stunting dengan melibatkan seluruh instansi dan stakeholder yang ada di Wilayah Kabupaten Bekasi.

Dalam kegiatan tersebut, Koramil 04/Babelan yang dipimpin langsung Danramil Kapt. Inf. Isgiyanto menyambangi kediaman salah seorang warga Kp. Irian, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan.

Misi tim Grebek Stunting kali ini bertemu dengan putra dari Bapak Nano (37) dan Ibu Ayu (20), yang terindikasi stunting untuk menyerahkan beberapa bantuan hasil kerjasama dengan pemerintah desa setempat.

Namun, setelah bantuan diberikan, tim Grebek Stunting dikejutkan oleh kondisi lain yang dialami keluarga Bapak Nano.

“Kami sudah berikan sembako dan bahan-bahan makanan, tapi rupanya mereka juga tidak punya alat memasak,” kata Kapt. Inf. Isgiyanto.

Bhabinsa Kelurahan Kebalen, Serda Sabar H. menimpali, kondisi keluarga Bapak Nano tersebut merupakan fakta di lapangan yang ditemukan dan nyata adanya, sehingga dapat memantik rasa kepedulian kepada sesama untuk saling membantu.

“Jadi Bapak Nano ini kesehariannya (kerja) sebagai pemulung. Maka untuk membeli perabot rumah tangga beliau tidak mampu,” terangnya.

Karena itu, tim Grebek Stunting memberikan pula peralatan memasak, seperti kompor dan gas kepada keluarga Bapak Nano.

Lurah Kebalen, Firman Arief Sembada, memberikan apresiasi atas program Grebek Stunting. Menurutnya, hal demikian sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dalam upaya penanganan stunting.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi tengah memfokuskan penanganan stunting atau gagal tumbuh pada balita di 76 desa yang tersebar di 19 kecamatan.

Penanganan yang akan dilakukan di antaranya meminimalisir kemiskinan ekstrem yang menjadi ‘akar’ dari stunting.

Fokus upaya dimaksud meliputi edukasi kepada kaum Ibu yang rawan terkena stunting, optimalisasi program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Lain daripada itu, bagi keluarga muda, pemerintah juga mengarahkan untuk bekerja di perusahaan.

Upaya ini terkait nota kesepahaman pemerintah dengan 61 perusahaan di Kabupaten Bekasi.

“Mudah-mudahan, dengan segala upaya yang kita lakukan bersama, target percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bekasi dapat tercapai,” ucap Firman Arief. (Ccp/red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*