NPCI Jawa Barat Terbitkan Surat Pemberitahuan, Norman Yulian Masih Sah sebagai Sekum NPCI Kab. Bekasi

Bekasi (Bintang Save) – Posisi Norman Yulian sebagai Sekretaris Umum (Sekum) National Paralympic Committe Indonesia (NPCI ) Kabupaten Bekasi terus diguncang. NPCI Jawa Barat sampai menerbitkan Surat Pemberitahuan untuk meredam polemik.

Banyak pihak menduga, adanya aktor intelektual untuk menciptakan kegaduhan pada tubuh NPCI Kabupaten Bekasi, dengan cara mendongkel Norman Yulian dari jabatannya sebagai Sekretaris Umum organisasi tersebut.

Terbaru, tetiba banyak karangan bunga yang berjajar di depan kantor sekretariat NPCI Kabupaten Bekasi. Berisikan ucapan selamat kepada Anwar AS sebagai Sekretaris NPCI Kabupaten Bekasi yang baru. Seolah- olah, penetapan Sekretaris Umum NPCI atas nama Anwar AS adalah sah.

Beberapa karangan bunga yang terpampang berasal dari berbagai lapisan, mulai Anggota DPRD Kabupaten Bekasi sampai Ketua LSM dan Ormas.

Karangan bunga mengatasnamakan Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan, diduga dibuat tanpa seizin yang bersangkutan.

Bahkan, tidak tanggung-tanggung, nampak pula karangan bunga atas nama Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan.

Ketua NPCI Jawa Barat, Supriatna Gumilar, yang sebelumnya diberitakan Bintang Save, membantah bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) perihal pergantian Sekretaris Umum NPCI Kabupaten Bekasi.

“Yang jelas, NPCI Jawa Barat belum pernah mengeluarkan SK (Surat Keputusan) pergantian Norman Julian kepada siapa itu namanya juga tidak kenal,” kata dia, Sabtu (9/7) lalu.

“Intinya sampai tanggal ini, jam ini, detik ini, hari ini, belum pernah saya mengeluarkan SK pergantian Sekum NPCI Kabupaten Bekasi,” tegas Supriatna Gumilar.

Ketum NPCI Kabupaten Bekasi, Kardi Leo, mengaku masih akan berkoordinasi dengan pengurus di tingkat provinsi terlebih dahulu.

“Saya sedang di Bandung, apakah akan diberikan sanksi organisasi atau apa, kita lihat arahan dari provinsi,” ujar dia saat dihubungi, Senin (11/7).

Norman Yulian, saat dihubungi wartawan, tidak habis pikir kenapa kisruh pergantian Sekum NPCI Kabupaten Bekasi bisa ada. Pasalnya, dia sendiri saat ini tengah berada di tanah suci Mekah untuk menjalankan ibadah haji.

“Hari ini, ketika tengah beribadah haji ternyata ada intervensi yang sangat kuat untuk mengganti posisi saya. Saya bingung salah apa,” ungkapnya.

Selama ini, Norman Yulian yang sudah 12 tahun menjadi pengurus itu, mengaku telah berupaya memajukan NPCI dari ‘nol’.

“Saya merasa sangat didzolimi,” tegas Norman Yulian yang merupakan mantan atlet angkat berat (2010) peraih medali emas Peparda ke- 3 di Bandung.

Sebab menurutnya, situasi internal NPCI Kabupaten Bekasi sebenarnya baik- baik saja. “Terbukti pada Peparda meraih juara, dan saat Peparnas atlet kita terbanyak penyumbang medali ke Jawa Barat. Lantas salah saya di mana?” tanyanya keheranan.

Kemudian, terkait banyaknya pemberitaan miring, kata dia, pihaknya tinggal membuat klarifikasi untuk menjawab tuduhan.

“Semua baik-baik saja. Atlet juga tidak ada masalah. Tetapi yang di luar selalu menciptakan permasalahan, seperti adanya demo eksploitasi. Saya bingung, siapa yang dieksploitasi? Anak-anak atlet juga semua nyaman di NPCI,” terangnya.

“Ambil hikmahnya saja. Mudah-mudahan kita dalam posisi yang benar. Dan, semoga kebenaran akan terungkap,” imbuh Norman Yulian.

Sementara, terkait karangan bunga yang ada di kantor NPCI Kabupaten Bekasi, dikonfirmasi kepada salah satu ketua Ormas, rupanya yang bersangkutan tidak merasa melakukan pesanan.

Dirinya mengaku pernah ditawari untuk membuat ucapan dengan karangan bunga, namun tidak bersedia. “Ya, karena gak jelas maksud dan tujuan orang tersebut,” ucapnya. (Red/ccp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*