Dinas Pertanian Lakukan Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban pada Lapak Pedagang di Cibitung

Cibitung (Bintang Save) – Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di lapak penjualan sapi di Kp. Selang, Perum Villa Mutiara Jaya, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Jumat (24/6) sore.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, drh. Dwiyan Wahyudiharto, mengatakan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan menjelang hari raya Iduladha setiap tahunnya.

“Kami ingin memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan dalam keadaan sehat,” ucapnya.

Dalam kegiatan pengawasan kali ini, ada 20 lebih hewan sapi yang diperiksa oleh tim, dan kesemuanya dipastikan sehat.

Adapun pengecekan hewan yang dilakukan, dijelaskan Dwiyan, meliputi kesehatan mata, lidah, gigi dan fisik luar sapi. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi sapi terdapat cacat fisik atau tidak.

Ditemui di lokasi yang sama, koordinator pedagang hewan kurban asal Bima, Zoel, mengapresiasi perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bekasi — dalam hal ini adalah Dinas Pertanian.

“Sebab dengan begini, kami bisa banyak bertanya mengenai penanganan kesehatan hewan. Dan terpenting, kami menjadi tahu kemana bisa mendapatkan obat-obatan untuk hewan yang sakit,” imbuh Zoel.

Tim Pengawas Kesehatan Hewan

Sebagaimana dikatakan Dwiyan, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pertanian berkomitmen untuk melakukan pengawasan terhadap hewan kurban yang diperjualbelikan menjelang Iduladha 1443 Hijriyah/2022 ini.

Hal itu dibuktikan dengan membentuk tim pengawas kesehatan hewan bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat 5.

“Tim pengawas kesehatan hewan beranggotakan 30 personel dari perangkat daerah di Pemerintah Kabupaten Bekasi ditambah petugas PDHI Jawa Barat,” ungkap Dwiyan.

Tim ini, lanjutnya, akan melakukan pengawasan di tingkat pedagang di 23 kecamatan, termasuk pemeriksaan antemortem.

Pemeriksaan dilakukan di lapak pedagang, rumah potong hewan, dan masjid/mushalla yang menyelenggarakan pemotongan hewan kurban hingga H+2 atau H+3 Idul Adha 1443 Hijriyah.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban dengan kondisi yang sehat. Ciri-cirinya seperti tidak ada luka pada mulut, hidung, dan kaki, gerakan hewan lincah, nafsu makan bagus, serta tidak cacat,” pungkasnya. (Adv)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*