PKBU Gelar Silaturahmi Tokoh Masyarakat dan Ulama

Tambun Utara (Bintang Save) – Presidium Kabupaten Bekasi Utara (PKBU) menggelar acara Silaturahmi Akbar Tokoh Masyarakat dan Ulama Utara Bekasi, bertempat di gedung STAI Attaqwa, Bahagia, Kecamatan Babelan, Jumat (17/6) siang.

Dalam sambutannya, Ketua PKBU, Syamsuri IB, S.Pd.i., menerangkan tentang rekam jejak PKBU memperjuangkan rancangan pemekaran Kabupaten Bekasi wilayah Utara.

Dituturkannya, sejak pertama kali dikukuhkan, PKBU telah banyak mengalami kemajuan dalam upayanya mengumpulkan segala persyaratan administrasi yang dibutuhkan.

Ia menegaskan, hanya dua persyaratan lagi yang dibutuhkan, yakni Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Bupati Bekasi dengan DPRD, dan Surat Keputusan Masyarakat Desa (SKMD).

“Kami PKBU akan terus mendorong percepatan pemekaran Bekasi. Karena pemekaran juga sudah menjadi visi misi Gubernur Jawa Barat. Pj. Bupati harusnya sudah paham,” kata dia.

Apalagi, lanjutnya, Pj. Bupati mendapatkan SK dari Kemendagri yang salah satu tugasnya –dalam poin nomor tiga– adalah tentang pemekaran Kabupaten Bekasi.

“Ini (pemekaran) harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena pemekaran ini adalah untuk keadilan sosial, percepatan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat Bekasi,” terangnya.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratullah, menyambut baik perjuangan yang dilakukan oleh PKBU.

Namun demikian, ia mewanti-wanti, bahwa adanya keinginan pemekaran Bekasi semata-mata adalah untuk bagaimana meningkatkan kesejahteraan bersama.

Menurutnya, DPRD Kabupaten Bekasi pada prinsipnya akan mendorong percepatan adanya Bekasi Utara.

“Kami akan dorong apa yang menjadi asprirasi masyarakat. Tentunya, hal ini adalah bagian dari perjuangan yang panjang,” ucapnya.

Namun, ia meminta, untuk sementara jangan pernah ada dikotomi antara Utara dan Selatan. “Kita sama satu Bekasi. Dan jangan sampai ada gejolak, tempuh lah perjuangan melalui cara- cara yang elegan,” ujarnya.

Pasalnya, di sisi lain, masalah kesenjangan (antara Bekasi wilayah Utara dan Selatan) yang disuarakan dan menjadi alasan munculnya rencana pemekaran, tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang saja.

“Sebab menurut orang Selatan katanya prioritas pembangunan dibawa ke Utara, tapi anggapan sebaliknya juga dikatakan oleh orang di Utara. Mudah-mudahan, lahirnya PKBU adalah solusi bagaimana masyarakat Bekasi di wilayah Utara dan Selatan bisa sejahtera bersama,” ungkap BN Holik.

Dukungan Terus Mengalir

Rencana pemekaran Bekasi Utara terus mendapatkan dukungan dari banyak pihak.

Di lokasi acara, Kepala Desa Samudera Jaya Ibnu, bahkan menyuarakan dukungannya mewakili kepala desa yang masuk ke dalam wilayah pemekaran. Ia berpandangan, dengan pemekaran, fokus pelayanan publik akan lebih bagus.

“Saya berharap kita bersatu, berjuang, untuk pemekaran Bekasi. Dengan begitu, kita telah menolong saudara-saudara yang belum mendapatkan kesejahteraan, terutama di bidang pendidikan”.

“Lain itu, kita ini tetangga jakarta, malu rasanya kalau Bekasi tertinggal dengan daerah lain. Mudah-mudahan Allah buka jalan lebar-lebar supaya terwujud (pemekaran),” imbuhnya.

Nada yang sama disuarakan juga oleh KH. Abid Marzuki. Dia dengan tegas memastikan bahwa Attaqwa –pesantren tertua di Bekasi– memberikan dukungan rencana pemekaran tersebut.

“Masyarakat Utara ini kemampuannya masih rendah, SDMnya masih rendah, maka mari kita perjuangkan bersama,” ungkapnya.

Dukungan lain yang muncul datang dari M. Ikhsan, pengusaha udang asal Muaragembong.

Ia beralasan, jika keadaan di Muaragembong mungkin lebih memperihatinkan dari daerah lain.

“Mungkin Gembong tidak dikenal, kecuali setelah pak Jokowi datang, mungkin orang gak tau ada daerah namanya Muaragembong,” kata dia.

“Di lain sisi, SDA di Muaragembong begitu luas terbuka, seperti hutan mangrove, pantai, dan produksi udang yang melimpah. Ini potensi besar yang bisa digali. Dan insya Allah dalam waktu dekat kami panen raya.”

“Saya berharap, teman-teman PKBU terus semangat. Semoga kita bisa bertumbuh ke arah yang lebih baik,” tuturnya penuh harap.

Acara yang mengambil tema “Dalam 1 Tahun Jejak Pintas Presidium Kabupaten Bekasi Utara” itu dihadiri antara lain Bupati Bekasi Periode 1998-2003 Wikanda Darmawijaya, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi BN Holik Qodratullah, Ketua Umum Jajakan Nusantara HK Damin Sada, KH. Turmudzi, HD Sunaryo, dan KH. Abid Marzuki.

Nampak pula para camat dan kepala desa dari 13 kecamatan yang termasuk wilayah pemekaran. (Ccp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*