Lebaran Bekasi 2022: Momentum Memperkuat Persaudaraan Masyarakat Bekasi

Bekasi (Bintang Save) – Lebaran Bekasi 2022 berlangsung meriah, Sabtu (11/6) pagi tadi, di Alun-Alun M. Hasibuan, Kota Bekasi.

Dimotori oleh dua Organisasi Masyarakat (Ormas) besar, yakni WN 88 dan Jajakan Nusantara, Lebaran Bekasi kembali digelar setelah dua tahun terkendala pandemi Covid-19.

Banyak pemandangan menarik yang jarang bisa kita temukan, seperti orang-orang berpakaian ala jawara Betawi, komunitas seni lenong, sepeda onthel, sampai sekumpulan “orang mini” dari Babelan yang unjuk kebolehan di atas panggung.

Belum cukup?

Pengunjung acara juga disajikan aneka produk-produk lokal khas Bekasi yang bisa dijadikan buah tangan untuk keluarga. Nah, yang menarik, panitia menyuguhkan 1.000 porsi ketupat gratis, yang dimaksudkan sebagai simbol perekat silaturahmi dn persaudaraan.

(Tengah) Ketua WN 88 Sub Unit 01 Bekasi Raya, Mahdi Soekarta.

Mahdi Soekarta, Ketua WN 88 Sub Unit 01 Bekasi Raya, mengatakan bahwa kegiatan pagi ini adalah ide untuk melanjutkan acara serupa yang diselenggarakan pada tahun- tahun sebelumnya.

“Ini (penyelenggaraan Lebaran Bekasi 2022) merupakan momentum hari raya (Idulfitri 1443 H) yang kita manfaatkan untuk mempererat silaturahmi. Semua adat istiadat, dan budaya Bekasi kita tumplekin di sini,” ungkapnya.

“Dan yang hadir pun tidak hanya orang Betawi atau Bekasi saja, tapi juga ada dari Aceh, Medan, Banten, Bogor, dan lain-lain,” imbuh dia.

Melihat nilai positifnya, Mahdi memastikan, bahwa kedepannya, Lebaran Bekasi akan menjadi agenda rutin tahunan dan akan digelar bergiliran di Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.

“Kita bakal daftarkan hak ciptanya ke Kemenkumham. Tahun depan insya Allah akan kembali dilaksanakan,” ucapnya.

(Tengah) Wakil Ketua Panitia, Soleh bin H. Saiin.

Semangat yang senada juga dilontarkan Wakil Ketua Panitia Acara, Soleh bin H. Saiin.

“Ini adalah awal, dimana masyarakat Bekasi kita kenalkan bagaimana adat istiadat dan budaya Bekasi. Ayok kita bangun keakraban. Silaturahim harus terjaga, 1.000 ketupat adalah sebagai simbol bahwa kita jangan sampai berpecah,” ujarnya.

Sementara itu, Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan, MT., dalam wawancaranya oleh awak media mengungkapkan akan pentingnya sinergitas antara kota dan Kabupaten Bekasi.

Sedangkan terkait penyelenggaraan Lebaran Bekasi, dirinya mengaku mendukung penuh digelarnya acara pada setiap tahunnya.

Menurutnya, acara tersebut sebagai bentuk pelestarian kebudayaan khas Bekasi. Diselenggarakan di pusat kota, Lebaran Bekasi 2022, mendapat sambutan hangat masyarakat Bekasi. Di antaranya bahkan datang memadati lokasi acara sejak pagi hari.

Sanwani, Dewan Pembina Jawara Betawi Pitung se-Jabodetabek, memperkirakan ada lebih dari 3.000 orang menghadiri acara tersebut. “Semua orang antusias,” kata dia.

“Kami datang dari Bogor saja sekitar 1.000 orang, belum dari Depok dan Tangerang.”

“Tentunya kedatangan kami sebagai bentuk dukungan terhadap acara Lebaran Bekasi 2022. Sebelumnya, beberapa waktu lalu, kegiatan serupa juga kami gelar di Bogor, Depok dan Tangerang. Alhamdulillah, berhasil dan antusias pengunjung/ masyarakat juga besar,” terangnya.

Berdasarkan pantauan Bintang Save di lokasi acara, kegiatan ini nampak dihadiri unsur Ormas se-Bekasi Raya (Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi).

Hadir pula Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan, Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, Ketum Jajaka Nusantara HK Damin Sada, dan para pimpinan Ormas lainnya — baik dari tingkat daerah maupun pusat.

Bekasi Hari Ini

“Kita bersyukur tahun 2022 ini bisa melaksanakan Lebaran Bekasi setelah dua tahun terkendala pandemi.”

“Mudah-mudahan, kegiatan ini bisa semakin memperkuat persaudaraan kita, khususnya orang Bekasi,” ucap Ketua Umum Jajaka Nusantara, HK Damin Sada, membuka sambutannya.

Bang Damin, sapaan karibnya, tidak lupa menyoroti tentang kondisi Bekasi saat ini. Dalam pandangannya, Bekasi hari ini cukup banyak permasalahan yang terjadi.

“Di Bekasi itu banyak pabrik, ada sekitar 10.000an, yang kerja siapa? Orang luar! Orang Bekasi-nya malah jadi pengangguran,” katanya.

Padahal, kata bang Damin, pabrik-pabrik berdiri karena menggusur banyak area persawahan yang seharusnya bisa menghidupi banyak orang Bekasi.

“Sekarang, sawah digusur. Dibangun pabrik, yang punya sawah nganggur. Pabriknya udah berdiri, bukan anaknya (yang punya sawah-red) yang kerja. Orang luar (pendatang). Anaknya mana? Nganggur,” celetuk Damin Sada.

Maka dari itu, ia meminta kebijakan agar penyerapan tenaga kerja lokal dimaksimalkan. “Kalo enggak, mending minggat dari Bekasi,” semburnya. (Ccp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*