Dongkrak Penjualan Produk UMKM, Dinas Perikanan Gelar Bazar Produk Olahan Perikanan

Cikarang Pusat (Bintang Save) – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perikanan menggelar kegiatan Bazar Produk Olahan Perikanan, di area parkir Dinas PUPR, Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (24/3/ 2022) pagi.

Dijelaskan Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Drs. Herman Sujito, M.Si., kegiatan tersebut digelar dalam rangka mendorong peningkatan ekonomi pelaku UMKM produk olahan ikan pada masa pandemi Covid-19.

Selain itu, tambahnya, lewat kegiatan yang berlangsung sejak pukul 9 pagi itu, pemerintah ingin meningkatkan konsumsi ikan melalui ragam pangan olahan berbasis ikan.

“Kabupaten Bekasi sendiri termasuk daerah penghasil ikan, baik dari hasil tangkap maupun budidaya. Potensi ini harus dibarengi dengan tumbuh kembangnya industri-industri rumahan yang mampu mengolah komoditas tersebut menjadi aneka pangan yang bukan hanya beragam, tapi juga enak, bergizi, dan bernilai ekonomi,” ucapnya.

Atas dasar itu pula, kata Herman, pemerintah berkomitmen mendorong pengembangan UMKM di Kabupaten Bekasi. “Misalnya saja dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan pelatihan, Bimtek, dan promosi melalui bazar/pameran seperti yang kita lakukan pada pagi hari ini,” jelasnya.

Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Ir. H. Firman Heryadi, MM. (kiri) dan Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Drs. Herman Sujito, M.Si. (kanan), berfoto bersama di depan stand UMKM dalam gelaran Bazar Produk Olahan Perikanan, di area parkir Dinas PUPR, Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (24/3/ 2022) pagi.

Program pelatihan dipandang perlu untuk mendorong produktivitas dengan meningkatkan keterampilan produksi dan manajerial, yang pada akhirnya akan bermuara pada penguatan saya saing UMKM di Kabupaten Bekasi. Khususnya, pelaku usaha di bidang pengolahan ikan yang merupakan binaan Dinas Perikanan.

Diungkapkan Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Ir. H. Firman Heryadi, MM., melalui pelatihan bisnis terutama peningkatan ketrampilan, pemilik UMKM diajarkan untuk meningkatkan produktifitas produksi sehingga didapatkan hasil yang optimal.

Pelatihan juga mampu melatih ketrampilan manajerial dari pelaku UMKM, misalnya tentang bagaimana pemecahan masalah-masalah yang dapat menganggu produktifitas usaha, membuat kemasan menarik, atau mengatur arus keuangan usaha.

“Dalam hal ini, agar program pelatihan tersebut lebih optimal, Dinas Perikanan juga bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian, dan stakeholder terkait lainnya,” ungkap Firman.

Manfaat dari mengikuti pembinaan yang dilakukan Dinas Perikanan dirasakan betul oleh Arif. Menurutnya, dengan mengikuti pelatihan dari Dinas Perikanan, kapasitas usahanya menjadi meningkat. Yang tak kalah penting, kata dia, dinas juga memberikan fasilitasi kemudahan pengurusan perizinan seperti izin edar dari BPOM.

 

“Berkat peran dan dukungan Dinas Perikanan, sekarang dalam sebulan itu saya mengolah bisa sampai 5 kuintal ikan lele di Bandung, minggu kedua saya di KKP dapat mengisi kegiatan Bazar karena dukungan dan rekomendasi dari Dinas Perikanan terhadap kami,” tuturnya senang.

Dinas Perikanan juga, disebutnya, lebih cekatan dalam hal promosi produk. “Grafik penjualan kami sangat terbantu promo dari Dinas, terutama pada masa tren pandemi sedang tinggi-tingginya selama dua tahun belakangan,” ujar Arif yang merupakan Ketua Koperasi Pengolah Ikan.

Arif berharap, Dinas Perikanan terus aktif melakukan pembinaan dengan inovasi-inovasi yang bisa lebih mengembangkan usaha pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi.

Sebagai informasi tambahan, kegiatan Bazar Produk Olahan Perikanan ini diikuti oleh sekitar 15 pelaku usaha dari 30 UMKM yang terdaftar sebagai binaan Dinas Perikanan. Pembatasan peserta bazar dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebijakan protokol kesehatan Covid-19 pada masa pandemi. (TS)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*