Konsep Dasar Pembangunan Bekasi

Cikarang Pusat (Bintang Save) – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto, S.Pi., menyoroti pembangunan di Kabupaten Bekasi yang menurutnya dijalankan tanpa adanya konsep dasar perencanaan membangun secara terencana dan terintegrasi.

Hal itu, menurutnya, berdampak terhadap dua hal. Pertama, kualitas pembangunan yang kurang baik.

“Kedua, Pemerintah Daerah kelihatannya maju mundur. Niat mau membangun BLK (balai latihan kerja) misalnya, tapi belum ada studynya, DED-nya belum ada, akhirnya gak jadi,” ucapnya kepada Bintang Save, ditemui usai menggelar kegiatan Reses I Masa Persidangan Tahun 2022, di Gedung Serbaguna, kantor Kepala Desa Cicau, Cikarang Pusat, Sabtu (26/2/2022) siang.

Sehingga pada akhirnya, pembangunan di Kabupaten Bekasi tidak bergerak maju, hanya berkutat pada perbaikan infrastruktur jalan.

“16 tahun kita hanya ngebetulin jalan. Nambal jalan yang bolong. Begitu terus, padahal kepala daerah sudah berkali-kali berganti,” tandas anggota dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Langkah Besar

Kabupaten Bekasi hari ini merupakan daerah industri terbesar. Tercatat ada lebih dari 7.000 pabrik bermukim di 11 kawasan industri. Status tersebut, kata Budiyanto, pasti ada multiplier effect yang seharusnya sudah teridentifikasi.

“Tetapi kenyataannya, untuk akses jalan dari wilayah masyarakat lokal ke kawasan industri saja masih ada masalah. Harusnya tidak,” ungkapnya.

Hal ini lah yang membuat pembangunan di sektor lain menjadi kurang tersentuh. Misalnya sektor ekonomi; salah satunya UMKM.

“Kondisinya sekarang, UMKM kita hidup karena memang marketnya sudah clear. Penduduk makin bertambah, perumahan baru terus dibangun. Belum lagi pekerja pendatang yang –tidak tinggal di Bekasi– pasti ada transaksi karena adanya kebutuhan. Dan ini bisa dipenuhi masyarakat lokal, oleh UMKM kita,” jelasnya.

“Lantas Pemda harus bagaimana? Pemda harus melakukan Langkah besar. Langkah besarnya adalah dengan lebih awal melakukan identifikasi dan perencanaan jangka pendek, menengah, serta panjang.”

“Menyiapkan konsep dasar membangun Kabupaten Bekasi baik dari sisi politik, ekonomi, sosial, termasuk budaya,” terang Budiyanto. (Adv)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*