Evaluasi Akhir Program P2WKSS, Kertarahayu Optimis Raih Juara 1

Setu (Bintang Save) – Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menjadi desa terakhir yang menjalani Evaluasi Akhir Program Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2021.

Plt. Bupati Bekasi Akhmad Marjuki, SE., hadir dalam acara yang digelar pada Jumat, 3 Desember 2021, itu. Berdasarkan pantauan Bintang Save di lokasi acara, nampak pula Kepala Dinas DP3A Ani Gustini, Kepala Bappeda Dedi Supriyadi, Kepala Dinas DPMD Ida Farida, Kepala Disdukcapil Hudaya, Camat Setu Joko Dwidjatmoko, Kepala Desa Kertarahayu Rudi Catur Pribadi, dan Ketua BPD Kertarahayu, Dedi.

Acara juga dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Jawa Barat Poppy Sophia Bakur, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi, Sarem Akhmad Marjuki.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Bekasi Akhmad Marjuki, SE., mengaku optimis Desa Kertarahayu menjadi juara P2WKSS tingkat Jawa Barat. “Saya perlu apresiasi P2WKSS bisa merubah dengan cepat desa ini,” katanya.

Beragam produk olahan hasil kreasi binaan P2WKSS memilik potensi ekonomi.

Pasalnya, sebut Marjuki, sebelum program P2WKSS banyak warga desa yang bahkan belum memiliki jamban. Ditambah posyandu roboh, dan banyak hal lain yang kini meningkat lebih baik secara signifikan.

Hal ini sejalan dengan visi dari program P2WKSS itu sendiri. Dijelaskan Marjuki, P2WKSS sejatinya bertujuan untuk mengubah pola pikir dan perilaku yang lebih baik lagi sebagai langkah perbaikan di seluruh sektor kehidupan, termasuk peningkatan kesadaran kaum perempuan melalui program P2WKSS dan Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekopercinta).

“Maka, saya kira (dengan perubahan yang dihasilkan-red) Tim Evaluasi Akhir akan menyesal jika Desa Kertarahayu tidak jadi juara,” ucapnya tanpa ragu.

Senada dengan Marjuki, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi, Ani Agustini, menambahkan bahwa kegiatan P2WKSS ingin mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat, sejahtera, termasuk perlindungan perempuan dan anak.

Plt. Bupati Bekasi, A. Marjuki, tengah berpose di taman Lansia & Anak, di Desa Kertarahayu.

Karena itu, Ani menyebutkan, hampir semua perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bekasi ikut berpartisipasi dalam kegiatan P2WKSS di Desa Kertarahayu, baik pembangunan fisik maupun pelatihan-pelatihan dari dinas dan instansi terkait.

“Alhamdulillah, di tahun 2020 kemarin Kabupaten Bekasi menjadi Juara satu P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat, dan mudah-mudahan di tahun ini kita dapat juara lagi,” ungkapnya.

Kepala Desa Kertarahayu Rudi Catur Pribadi mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder yang telah memilih desanya menjadi lokasi program P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2021.

“Kami sangat berterima kasih, atas adanya program P2WKSS ini yang telah membangun, membina, dan melatih warga kami; sehingga keterampilannya bertambah dan banyak manfaat lain yang didapat masyarakat,” katanya kepada Bintang Save usai acara.

Mengenai dampak positif dari program P2WKSS juga ditegaskan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kertarahayu, Dedi. Ia mengakui, program ini membawa kebermanfaatan baik dalam pembangunan fisik dan nonfisik, seperti pembinaan terkait kesejahteraan ekonomi.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kertarahayu, Dedi (kiri).

“Kami mengandalkan wisata alam yang tidak dimiliki peserta lain di Jawa Barat. Potensi wisata alam di sini ada puluhan hektare kebun salak,” demikian dikatakan Dedi.

Adapun kaitannya untuk mengekplorasi Kertarahayu menjadi desa wisata, sebutnya, dibuktikan dengan mengelola kebun wisata salak yang modern dan membuat beraneka produk olahan buah.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kertarahayu, Ratna Sari Rudi Catur Pribadi, memaparkan sejumlah program dalam P2WKSS.

Yakni, meliputi pembangunan taman, pembangunan jalan lingkungan, rehabilitasi 30 unit rutilahu, pembangunan MCK Keluarga dan Umun, kebun percontohan dan sejumlah program pemberdayaan dan pelatihan.

Bukan Sekadar Ceremony

Plt. Bupati Bekasi Akhmad Marjuki, SE., mewanti-wanti agar hasil dari program dan pelatihan yang didapat dari P2WKSS dapat terus dipertahankan setelah program ini berakhir.

“Saya berharap ini dipertahankan (program dan pelatihan yang didapat dari P2WKSS), jangan sekadar ceremony. Sebab kita lihat, di Kertarahayu belum ada (diizinkan) perumahan masuk kondisi alamnya masih asri. Karena itu, ini (Kertarahayu) bisa menjadi ‘paru-paru’-nya Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Kepala Desa Kertarahayu, Rudi Catur Pribadi, pun memastikan program P2WKSS akan terus dilanjutkan. “Ini bukan akhir, tapi justru awal dari semuanya. Para stakeholder dan KK binaan yang 100 itu bisa melanjutkan program P2WKSS,” tegasnya.

“Mereka yang sudah dikasih pengetahuan nanti bisa dikaryakan, dan dijadikan contoh masyarakat Kertarahayu pada umumnya,” lanjut dia.

Apalagi, tuturnya, sudah ada hasil yang bisa dipetik. Pihaknya mengatakan, bahwa Desa Kertarahayu telah mempunyai tempat untuk memasarkan kreasi para KK binaan P2WKSS dalam beragam jenis produk seperti olahan makanan dan produk lainnya yang bernilai ekonomi.

“Sudah terasa (dampak ekonomi dari kreasi) ada hasil dari manisan salak, goreng teri, dodol salak,” kata dia.

Rudi berharap desanya dapat mempertahankan gelar juara P2WKSS Jawa Barat. Dia pun nampak sangat optimistis. (Ccp/Nur)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*