Puluhan Bidan di Bekasi Mengikuti Pelatihan Hypnobirthing dari Rimata

Cikarang (Bintang Save) – Proses melahirkan dapat menjadi saat-saat yang mendebarkan. Mulai dari kontraksi, ketuban pecah, dan mengejan. Rasa sakit pun hal yang pasti dirasakan oleh para calon ibu selama proses tersebut.

Kabar baiknya adalah, rasa sakit ketika melahirkan dapat diatasi atau setidaknya dikurangi dengan metode Hypnobirthing.

Demikian diungkapkan Owner Rimata Group dan Praktisi Hypnosis, Azima Rais, S.Si.T,M.M.Kes.,CHT.,CI., disela-sela kegiatan pelatihan Hypnosoft Birthing sekaligus peluncuran produk body lotion Ziadora, di Hotel Ayola, Lippo Cikarang, Sabtu (9/10/2021) malam.

Hypnobirthing merupakan bagian dari metode self-hypnosis dan teknik relaksasi untuk memudahkan calon ibu melahirkan. Caranya, dengan mengurangi persepsi akan rasa takut, cemas, tegang, serta sakit saat melahirkan.

Azima Rais tengah memberikan sambutan dalam kegiatan pelatihan Hypnosoft Birthing sekaligus peluncuran produk body lotion Ziadora, di Hotel Ayola, Lippo Cikarang, Sabtu (9/10/2021) malam.

Hypnosis itu pemberdayaan pikiran bawah sadar dengan cara mengistirahatkan pikiran sadarnya,” ungkapnya.

Hypnosis yang paling dasar adalah relaksasi. Jadi yang dibutuhkan bagaimana dia (pasien) relaks. Bisa menerima dengan tenang kehamilannya itu,” kata dia menambahkan.

Wanita yang pernah menjabat Wakil Direktur program study kebidanan dan Kepala Bagian Marketing perguruan tinggi MH Thamrin ini berpendapat, penggunaan hypnosis selama persalinan efektif membantu ibu mengatasi ketakutan. Pasalnya, kata dia, cukup banyak — terutama — pasangan muda yang terkontaminasi dengan pemikiran ‘kalau kehamilan dan persalinan itu sulit’.

“Jadi paradigma itu harus diubah,” ujarnya. “Sebab kehamilan dan persalinan adalah sesuatu yang alami. Normal. Sehingga seharusnya disambut dengan bahagia dan dinikmati setiap prosesnya,” tambah mantan Consultan Corporate Social Responsibility PT Astra International Group itu.

Pengetahuan dan pemahaman ini lah yang coba disalurkan Azima Rais kepada para peserta pelatihan Hypnosoft Birthing. Peserta kegiatan merupakan bidan, baik aparatur sipil negara (ASN) ataupun murni swasta, dari Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Adapun jenis pelatihan yang diberikan yaitu hypnosoft birthing with prenatal yoga dan baby and mom treatment.

“Ada juga pelatihan non klinis lainnya khusus hyopnosis dan hypnotherapy. Selain itu, peserta pun bisa mengikuti pelatihan prenatal dan postnatal yoga.”

“Pada intinya, kami mencoba memberikan pengetahuan tentang bagaimana teknik melahirkan dengan rasa nyaman, tenang, bahagia dan penuh cinta,” jelas wanita yang sudah melahirkan sebuah buku Hypnosoft Birthing With Relaxing Yoga itu.

Konsep pelatihan Rimata Training Center sendiri terdiri dari teori dan praktek. Selama tiga hari, 8-10 Oktober 2021, peserta akan memperoleh pengetahuan tentang hypnosis, hypnosis dalam pelayanan kebidanan, dan pendukung pelayanan kebidanan dengan hypnosis. Para peserta nantinya bakal mengantongi sertifikat yang dicertified oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Menjadi Bidan yang Berbeda

Azima sendiri sangat merasakan pentingnya metode hypnosis dalam proses kehamilan dan persalinan. Titik balik hidupnya bermula ketika ia harus melahirkan di usia kepala empat dengan operasi caesar.

Moment itu pula yang mendorongnya untuk mempelajari hypnotherapy dan akhirnya memutuskan menjadi praktisi hypnosis.

“Sebagai tenaga kesehatan ada bantahan dari dalam diri sendiri, ‘kenapa saya tidak bisa memberdayakan diri. Saya ini tenaga kesehatan tapi kenapa gak mampu’. Akhirnya saya mendalami tentang hypnosis dan mempraktekkannya ke pasien-pasien agar bisa dengan nyaman, tenang, dan bahagia dengan kehamilannya,” tutur wanita berlatar belakang bidan ini.

Azima Rais, S.Si.T,M.M.Kes.,CHT.,CI., (Foto IG: @aziema_zie)

Azima aktif memberikan motivasi kepada tenaga kesehatan khususnya untuk pemberdayaan perempuan. Dia dengan Rimata Training Center-nya yang sudah berjalan sejak tahun 2013 tak hanya memberikan pelatihan untuk bidan. Kelas pelatihannya banyak juga diikuti oleh dokter, perawat, dan masyarakat umum.

“Karena memang jenis pelatihannya ada banyak. Untuk dokter biasanya ikut pelatihan menjadi terapis, dan kalau baby and mom (ibu dan anak) banyak juga orang umum yang ikut,” tuturnya.

Hebatnya lagi, kelas pelatihan Rimata Training Center sudah terjadwal setiap akhir pekan dengan tempat yang berbeda-beda di beberapa daerah di Indonesia.

Alhamdulillah, Rimata khususnya saya, sudah mendapat undangan untuk mengajar di setiap wekend sampai Februari 2022, dan itu tanpa libur, kecuali tahun baru,” ungkapnya.

Tak hanya di bidang pelatihan, Azima selaku owner PT Rimata Restu Bumi juga memiliki bidang usaha lainnya seperti klinik umum dan bersalin, tour & travel, dan sebagainya.

“Jujur saya ingin membuka pola pikir teman-teman tenaga kesehatan khususnya bidan. Bahwa menjadi bidan itu bukan hanya urusan ‘nangkep kepala’ atau suntik KB. Tetapi, bidan juga bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan sesuai passion-nya. Intinya jadilah bidan yang berbeda. (misalnya) dengan menjadi entrepreneur (sebagaimana dirinya),” paparnya.

Di setiap kelas pelatihannya, wanita yang menginspirasi dunia kesehatan ini kerap menekankan motto, ‘you are what you think’.

“Pada saat kamu berpikir sukses, maka kamu akan sukses. Pada saat kamu berpikir bisa, maka kamu akan bisa,” kata Azima.

“Saya selalu bilang, bahwa kita memilih jadi manusia yang hanya ‘menuh-menuhin’ dunia atau manusia yang bermanfaat untuk dunia? Jadi semua ada dalam pola pikir. Apapun yang kamu pikirkan itulah kamu,” pungkasnya. (Ccp)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*