SMPN 4 Cibitung Siap Melaksanakan PTM Terbatas

Cibitung (Bintang Save) – Sejumlah sekolah di Kabupaten Bekasi mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang rencananya akan berlangsung pada Senin, 6 September 2021.

SMPN 4 Cibitung pun menjadi salah satu sekolah yang antusias menatap dimulainya pelaksanaan PTM terbatas. Hal demikian diungkapkan Nurchayati, M.Pd., Kepala SMPN 4 Cibitung.

“Kami menyambut baik rencana pelaksanaan PTM terbatas, karena itu berarti laju penyebaran Covid-19 terus menunjukan angka penurunan.”

“Tentunya, dengan kondisi yang baik ini, apresiasi harus kita berikan kepada pemerintah terutama Satgas Covid-19 dan para tenaga kesehatan yang sudah berjuang selama ini,” ungkapnya, Kamis (2/9) lalu.

Simulasi PTM terbatas. Guru-guru akan berbaris menyambut kedatangan para siswa.

 

Sementara terkait pelaksanaan PTM terbatas di SMPN 4 Cibitung, Nurchayati memastikan pihaknya telah siap. Beberapa hal yang dipersiapkan adalah pemenuhan sarana prasarana, seperti tempat cuci tangan yang ditempatkan di setiap kelas berjumlah 22 ruang.

“Selain itu, kami juga menyiapkan satu ruangan untuk UKS dengan dua tempat tidur. Kami siapkan sebagai sarana pertolongan pertama apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” katanya.

Jaga jarak. Para siswa saat memasuki area sekolah diwajibkan mematuhi Prokes.

Yang juga tidak kalah penting, dirinya memastikan, bahwa sebagian tenaga pengajar di SMPN 4 Cibitung telah divaksin.

“Guru-guru dan staff TU di SMPN 4 Cibitung totalnya berjumlah 61 orang. Dan 41 orang di antaranya sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua. Sisanya, atau 15 orang lagi menunggu giliran vaksin, 1 orang tengah hamil, dan 4 orang lagi sedang kurang sehat.”

“Bagi yang belum divaksin itu ditugaskan untuk melakukan kegiatan mengajarnya secara daring (online),” jelas Nurchayati.

Sedangkan untuk siswa, Nurchayati mengaku sudah berkoordinasi dan mengajukan usulan kepada Puskesmas Wanajaya agar dilakukan vaksinasi terhadap para siswa yang berjumlah 850 orang.

Kemudian, dibentuk pula tiga tim Satgas tingkat sekolah selama pelaksanaan PTM terbatas. Ketiganya adalah Satgas Prokes, Satgas Tata Ruang Kelas, dan Satgas Tim Lingkungan dan Humas.

Peran penting Satgas Prokes, disampaikannya, adalah memastikan para siswa disiplin menaati Prokes bahkan sejak mulai memasuki pintu gerbang sekolah.

Ruang khusus yang disiapkan sebagai pertolongan pertama ketika ada siswa yang sakit.

“Misalnya, Satgas harus memastikan saat memasuki sekolah, siswa terlebih dahulu menuju tempat cuci tangan, dan begitu pula sebaliknya saat pulang,” imbuhnya.

Lalu Tim Lingkungan dan Humas, dibentuk karena sekolah ingin mencapai visi “Sekolah Ramah Lingkungan dan Hijau”.

“Memang, sekolah kami sedang kedatangan tim penilai dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. Datangnya mereka terkait dalam penilaian untuk menjadi peserta sekolah Adiwiyata atau sekolah berwawasan lingkungan,” ulasnya.

Simulasi proses belajar siswa.

Mengenai skema proses kegiatan belajar mengajar, dijelaskannya, pihak sekolah akan menerapkan aturan dari pemerintah, yakni dengan hanya menghadirkan 50% anak dari total jumlah siswa per kelasnya secara bergantian. Sisanya, tetap melakukan pembelajaran jarak jauh.

“Adapun lamanya proses belajar sekitar 120 menit,” tuturnya.

Nurchayati mengharapkan agar proses PTM terbatas yang nanti dilaksanakan berjalan dengan baik. “Kita semua berharap agar pandemi ini segera berakhir, sehingga kehidupan berjalan normal kembali,” pungkasnya. (TS)

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*