Dukung Percepatan PTM, Gebyar Vaksinasi Digelar di SMAN I Cibitung

Cibitung (Bintang Save) – Penyebaran virus Covid 19 semakin meningkat pesat akhir-akhir ini. Alhasil, banyak lini kehidupan yang terganggu, termasuk pada sektor pendidikan. Hal demikian menyebabkan pemerintah pusat maupun daerah berupaya keras untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran virus Covid 19, dengan tujuan untuk menekan serta meminimalkan morbiditas dan mortalitas yang di akibatkan oleh infeksi virus Covid 19.

Salah satu strategi pengendalian penyebaran dan penularan infeksi virus Covdi 19 selain dengan melakukan 3T (Tracing, Testing, Treatment) dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat adalah dengan melakukan vaksinasi agar terbentuk herd immunity (kekebalan kelompok) secara cepat.

Dengan herd immunity diharapkan bisa melindungi masyarakat dari kesakitan dan kematian akibat Covid 19. Kekebalan kelompok ini bisa terbentuk salah satunya dengan cara menyuntikkan vaksin untuk penangkalan penyebaran virus tersebut, sehingga berdasarkan penelitian apabila masyarakat yang sudah divaksin Covid 19 lengkap dua dosis mendapatkan perlindungan tiga kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak divaksin sama sekali.

“Dengan melakukan vaksinasi, kami berharap terciptanya kekebalan kelompok pada sektor pendidikan kita,” ungkap Camat Cibitung, Encun Sunarto, SE. MM., Rabu (1/9) pagi.

Pada akhirnya, kata Encun, pembelajaran tatap muka (PTM) dapat terlaksana, setelah selama kurang lebih dua tahun para siswa menjalani proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Saat ini saja jumlah orang yang terpapar Covid-19 terus berkurang. Kita optimis. Mudah-mudahan, penantian (belajar tatap muka-red) yang sejak lama dirindukan bisa segera terealisasi. Anak-anak kita bisa belajar seperti sedia kala,” kata dia.

Harapan yang sama, disampaikan pula oleh Danramil 05/Cibitung, Kapten Inf. Agung Purnomo. Kata dia, para pelajar sejatinya sudah sngat rindu belajar di sekolah.

“Jadi dengan serangkaian upaya yang dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, termasuk melalui vaksinasi ini, semoga pada akhirnya pembelajaran tatap muka bisa terlaksana,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Kapolsek Cibitung, AKP. Tribuana Roseno, memang banyak masyarakat yang cukup jenuh dengan metode pembelajaran jarak jauh.

“Seperti yang dikatakan Pak Camat, bahwa jumlah warga terpapar Covid-19 sudah jauh menurun. Karena itu kami terus kawal. Terus pantau, terutama soal penerapan Prokes di masyarakat. Mudah-mudahan langkah (mengatasi pandemi-red) kita semakin maju,” aku pria yang karib disapa Seno itu saat diwawancarai Bintang Save di sela-sela kegiatan.

Di lokasi yang sama, Kepala Sekolah SMAN I Cibitung, Drs. H. Ahmad Sayuti, menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi pada hari ini merupakan wujud kerjasama sekolah dengan Puskesmas Wanajaya.

“Kami targetkan sebanyak 1.230 orang siswa siswi SMAN I Cibitung dapat tervaksin semua. Sebab untuk tenaga pengajar (guru) pun alhamdulillah sudah mendapatkan vaksin dosisi 1 dan 2, ya. Harapannya juga, para orang tua murid masing-masing sudah divaksin,” jelasnya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai pelaksanaan PTM, ia mengatakan, bahwa kemungkinan besar kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas akan bisa dilaksanakan walaupun dengan diikuti 50% dari total jumlah murid per kelasnya.

“Tentu dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah,” imbuh Ahmad Sayuti.

Mengenai teknis penyelenggaraan Gebyar Vaksinasi ini, dijelaskan Kepala Puskesmas Wanajaya, dr. Dalya Fananta, dilakukan denhan terlebih dahulu melalui tahap koordinasi dan kesepakatan dengan pihak sekolah.

“Sebenarnya saat ini jumlah siswa SMAN I Cibitung ada 1.280 orang, ya. Tapi rupanya sebagian sudah ada yang divaksin di luar dan ada juga yang kondisinya kurang memungkinkan untuk divaksin. Jadi untuk hari ini ditentukan ada sekitar 1.230 orang yang siap divaksin,” paparnya.

Adapun jenis vaksin yang digunakan, sambungnya, adalah Sinovac yang diperuntukan bagi anak- anak usia 12-17 tahun ke atas.

“Kegiatan ini didukung juga oleh para relawan. Lain itu, kami pun menurunkan tenaga kesehatan Puskesmas yang totalnya berjumlah 28 orang, dibagi dua menjadi 14 orang yang ikut menangani kegiatan vaksinasi di SMAN I Cibitung,” tutur dr. Dalya. (Ts)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*