Genjot PAD, BAPENDA Percepat Pencetakan SPPT

Bekasi (Bintang Save) – Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bekasi mempercepat pencetakan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan pada Perdesaan dan Perkotaan. Langkah ini dilakukan guna menggenjot penerimaan asli daerah dari sektor pajak.

Diungkapkan Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Herman Hanapi, cukup percaya diri bahwa total keseluruhan tersebut dari PBB saja sudah cukup potensial untuk mendongkrak pendapatan daerah. Adapun target pajak daerah pada tahun ini mencapai mencapai Rp 2 triliun.

“Saat ini sudah kami didistribusikan kepada masyarakat. Jadi, dengan membayar pajak, masyarakat turut serta dalam pembangunan daerah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di Kabupaten Bekasi,” kata Herman yang pernah menjabat posisi Sekretaris DPRD Kabupaten Bekasi.

Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Herman Hanapi.

Kemudian, meskipun pembayaran PBB jatuh masa temponya per tanggal 31 Agustus, dengan percepatan pendistribusian SPPT dapat meningkatkan pencapaian target dan menghindari keterlambatan pembayaran pajak.

“Dengan waktu lebih awal pendistribusian dipastikan sampai ke wajib pajak. Kalau ada SPPT yang tidak sampai ke wajib pajak agar segera dikembalikan,” ucap dia.

Secara regulasi, Herman mengatakan, bahwa pencetakan tersebut melaksanakan amanat Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pajak Daerah.

“Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup potensial sebagai sumber pembiayaan kegiatan pemerintahan,” tuturnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi membangun serta meningkatkan kesejahteraan dengan taat membayar pajak.

Menurutnya, taat membayar Pajak Bumi dan Bangunan pada Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dengan tepat waktu menjadi salah satu upaya masyarakat berperan aktif dalam pembangunan.

PBB-P2 Kabupaten Bekasi memiliki kontribusi terhadap pendapatan daerah kurang lebih sebesar 20 persen. Diketahui target PBB-P2 pada tahun ini sekitar Rp555 juta dengan total SPPT sebanyak lebih dari satu juta lembar.

“Meskipun masih dalam keadaan pandemi, kewajiban pajak perlu menjadi kesadaran masyarakat untuk membangun daerah melalui partisipasi peningkatan sadar atas pajak di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*