Dinas Perikanan Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Hias

Tambun Selatan (Bintang Save) – Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi menggelar Pelatihan Budidaya Ikan Hias, bertempat di @Hom Hotel, Komplek Metland Tambun, Rabu (17/3/2021) pagi.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Ir. H. Firman Heryadi, MM., dalam laporannya mengatakan, bahwa kegiatan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan keahlian dan peluang usaha bagi masyarakat di sektor budidaya ikan hias pada masa pandemi.

Hal itu mengingat permintaan terhadap komoditas ikan hias, terutama selama pandemi, cenderung mengalami peningkatan.

“Maka, kami memandang perlunya kegiatan pelatihan ini diadakan guna memberikan akses informasi teknologi dan pengetahuan tentang budidaya ikan hias terutama kepada para pembudidaya pemula,” ucapnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Ir H. Agus Trihono, MP., dalam sambutannya menekankan tingginya nilai ekonomis ikan hias, baik secara domestik maupun global. Untuk diketahui, Indonesia tercatat memiliki kekayaan biodiversitas perikanan dengan 3.130 jenis ikan hias yang tersebar di berbagai wilayah.

Jawa Barat sendiri, kata Agus, mengantongi 16% perdagangan ikan hias secara nasional. Menduduki peringkat ketiga setelah Kalimantan Barat dan DKI Jakarta. “Dari sisi ekspor Jawa Barat cukup tinggi, yakni 43,5% atau Rp72,3 miliar per tahun,” ungkapnya.

Kadis Perikanan, Ir. Agus Trihono, MP., secara simbolis memberikan sertifikat pelatihan budidaya ikan hias kepada peserta.

Agus berharap, para pembudidaya ikan hias di Kabupaten Bekasi dapat berkontribusi signifikan dalam capaian nilai perdagangan ikan hias, baik secara nasional maupun ekspor.

“Kami berharap, para peserta kegiatan hari ini bisa turut mendongkrak laju perdagangan ekspor ikan hias. Jadi orientasinya bukan hanya domestik, tetapi juga internasional, khususnya untuk jenis ikan cupang, guppy, molly, dan mas koki yang memang bisa dibudidayakan di wilayah Kabupaten Bekasi,” kata Agus.

Ditambahkannya, Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi sendiri akan terus berupaya maksimal mendorong pertumbuhan bisnis ikan hias. Salah satunya dengan mengadakan kontes ikan hias guna merangsang geliat pembudidayaan dan bisnisnya di Kabupaten Bekasi.

Peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Depok, Dr. Mohammad Yamin, M.Si., mengatakan bahwa untuk membudidayakan ikan hias para pelaku hendaknya memperhatikan dua hal, yakni kadar air dan memiliki indukan yang unggul.

“Kebanyakan para pembudidaya justru menjual induk ikan yang baik. Padahal, untuk memperoleh induk unggulan bukan hal mudah, sebab ikan harus melewati tahap penyesuaian utamanya terhadap air di daerah budidaya,” terangnya.

Maka dari itu, ia mewanti-wanti para pembudidaya untuk tidak tergoda menjual induk ikannya. “Karena jika induk ikannya sudah jelek, telur atau anak ikan yang dihasilkan pun kurang baik. Alhasil, nilai jualnya jadi sangat murah,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan Kepala Seksi Teknologi Budidaya Ikan, Sri Nurmaningsih, kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 30 orang peserta perwakilan dari kelompok dan komunitas pembudidaya ikan hias di Kabupaten Bekasi.

Bagus Akbar, salah seorang peserta, menilai kegiatan pelatihan ini sangat baik untuk menggeliatkan budidaya ikan hias yang memang tengah menjadi tren.

“Yang terpenting dari kegiatan ini adalah bagaimana tindaklanjut kedepan. Sebab permintaan ikan hias memang cukup tinggi, namun belum disadari oleh masyarakat sebagai peluang bisnis yang menjanjikan,” ujarnya. (Ts)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*