Perum Graha Cipta Tamansari: Kampung Tangguh Jaya Berbasis IT

Setu (Bintang Save) – Perumahan Graha Cipta Tamansari RW 09 di Desa Tamansari mewakili Kecamatan Setu dalam ajang lomba program Kampung Tangguh Jaya tingkat Kabupaten Bekasi.

Dalam rangkaian perlombaan tersebut, Selasa (2/1/2020), tim penilai yang terdiri dari perwakilan Polres Metro Bekasi, Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, dan Pemerintah Kabupaten Bekasi mengunjungi Perumahan Graha Cipta Tamansari RW 09 untuk melakukan penilaian.

Dalam kesempatan itu, tim penilai melakukan pengecekan pos check point, pos siskamling, kolam pembibitan ikan lele dan kebun sayuran, galeri UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), lumbung pangan, rumah isolasi sementara, dan lainnya.

Camat Setu, Joko Dwijatmoko, mengatakan, Perum Graha Cipta Tamansari menjadi satu dari sembilan Kampung Tangguh Jaya yang ada di wilayah Kecamatan Setu. “Kami memilih Perum Graha Cipta Tamansari untuk mewakili Kecamatan Setu karena warganya sangat kompak dan peduli terhadap sesama, dan itu saya apresiasi,” ujarnya.

Meski terhitung sebagai perumahan baru, lanjut Joko, tapi perumahan ini mampu menjadi pemukiman yang mandiri dan cukup efektif dalam menekan penyebaran virus Corona atau COVID-19.

“Dalam waktu dua tahun mereka sudah bisa mandiri, dan kalau terus dibina akan menjadi lebih baik,” kata Joko.

“Kekurangannya pasti ada, bila dibandingkan dengan perumahan lama, di sini belum punya fasos fasum (fasilitas sosial dan fasilitas umum). Tapi, untuk keamanan, kebersihan dan kesejahteraannya dalam hal ini lumbung pangannya boleh diadu,” sambungnya.

Kekompakan warga Perumahan Graha Cipta Tamansari RW 09 juga diamini Kepala Desa Tamansari Jahi Hidayat. “Mereka sangat kompak dalam menanggulangi wabah COVID-19, dan itu menjadi nilai tambah,” ujar Jahi.

Selain itu, Jahi juga mengatakan perumahan ini menjadi Kampung Tangguh Jaya yang berbasis teknologi informasi (IT). “Mereka menggunakan aplikasi lokal yang digunakan untuk mengupdate kesehatan warga secara online. Jadi, ketika ada warga yang terindikasi gejala COVID-19 bisa langsung terdeteksi. Ini sangat efektif dibandingkan door to door dalam penanganan COVID-19,” jelas Jahi.

Sekretaris Desa Tamansari Nurhasan menambahkan, Perum Graha Cipta Tamansari diyakini bukan hanya sebagai kampung yang tangguh dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 semata. Tapi, kampung ini dapat diandalkan dalam penanganan pasien COVID-19 dan dampak lain yang ditimbulkan wabah Corona.

“Di awal penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), warga di sini sudah disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, solidaritas sesama warga akan bahaya COVID-19 juga sangat aktif,” ujarnya.

Sementara itu, Edi selaku Ketua RW 09 Perum Graha Cipta Tamansari menjelaskan bahwa perumahannya dihuni sekitar 247 kepala keluarga dengan total 830 jiwa.

Dia menambahkan, meski Perum Graha Cipta Tamansari merupakan perumahan bersubsidi, tapi desainnya seperti perumahan cluster. “Keamanannya sangat terjamin karena hanya ada satu pintu untuk masuk dan keluar perumahan. Bisa dibilang perumahan ini merupakan rumah subsidi rasa cluster,” ucapnya. (Nur Pulo/Ccp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*