Musrenbang Desa Wanajaya, Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

Cibitung (Bintang Save) – Pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas dan mendominasi jumlah usulan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Desa Wanajaya untuk Tahun Anggaran 2022.

Kepala Desa Wanajaya, Nurdin Khalid, menegaskan hal tersebut dalam gelaran Musrenbangdes yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Wanajaya, Selasa (26/1/2021) pagi.

“Jalan desa, jalan lingkungan, yang memang masih menjadi prioritas kami kedepannya dan membutuhkan dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi,” sebutnya.

Selain itu, adalah perbaikan jembatan kali sadang. Rongga penopang yang berbentuk kotak, dikatakan Nurdin, membuat aliran kali menjadi tidak lancar karena banyaknya sampah yang menumpuk di bawah jembatan. “Kondisi ini jelas bisa menyebabkan banjir,” katanya.

Pasalnya, ditambahkannya, di Wanajaya terdeteksi ada delapan RW yang merupakan daerah rawan banjir. Bila musim penghujan, warga di delapan RW ini dapat dipastikan kebanjiran. Genangan airnya bahkan bisa bertahan hingga tiga hari lamanya.

“Oleh karena itu, kami berharap pembangunan jembatan di kali Sadang itu bisa terealisasi tahun ini,” imbuhnya.

Selain soal infrastruktur, usulan lain pun pengemuka dalam gelaran Musrenbangdes kali ini. Puji Karyono misalnya. Sebagai pemerhati bak sampah, dirinya meminta dukungan kepada pemerintah lewat Musrenbangded agar lebih memperhatikan penanganan sampah di Kabupaten Bekasi, khususnya di Desa Wanajaya.

Menurutnya, permasalahan terkait urusan sampah ini sangat serius dan butuh dukung penuh dari pemerintah. “Kami berharap terutamanya agar program kerja para penggiat komunitas pengelola sampah yang menghasilkan karya kerajinan tangan berbahan sampah ini juga di perhatikan,” ungkap Puji.

Kepala SDN Wanajaya 02 Cibitung, Hamdani, SPd, MP.d., yang juga merupakam Sekjen PGRI Tingkat Kabupaten Bekasi tengah menyampaikan usulannya.

Kepala SDN Wanajaya 02 Cibitung, Hamdani, SPd, MP.d., yang juga merupakam Sekjen PGRI Tingkat Kabupaten Bekasi menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat menyetujui usulan yang sudah lama diusulkannya, yaitu pengadaan sarana pendukung trasportasi roda dua untuk sekolah.

“Tujuannya untuk mengurangi beban transportasi sekolah, misalnya saat melakukan pengurusan administrasi ke kantor Pemda. Sebab, kita tahu, untuk anggaran Dana Bos sering tidak cair tepat pada waktunya,” ujar dia.

Hamdani juga menyinggung soal kondisi kebutuhan guru honorer saat ini, mengingat terbatasnya jumlah guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di setiap sekolah. “Guru honorer yang belum berstatus honor dari Pemda masih banyak juga jumlahnya di sekolah dan berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat memberikan solusi bagi mereka,” harap Hamdani.

Sementara itu, Ketua RW. 10 Tri Listiono, menyampaikan usulan untuk perbaikan lingkungan, terlebih pembangunan jaling di lingkungannya. Ia berharap proposal dana perbaikian lingkungan di RW 10 bisa diakomodasi oleh Pemda.

Camat Cibitung Encun Sunarto, SE. MM., menyikapi banyaknya usulan yang masuk. Ia meyakinkam bahwa pihaknya akan berusaha mengakomodasi setiap usulan. Adapun usulan-usulan yang belum disampaikan dalam Musrenbangdes dapat segera disampaikam paling lambat tanggal 29 Januari 2021.

“Semoga usulan yang sudah disampaikan untuk tahun depan dapat terealisasi,” ucapnya.

Tak lupa, ia juga menitipkan beberapa hal. Pertama, agar para RT/RW mampu memberikan pemahaman kepada warganya terkait dengan fokus pembangunan dan program pemerintah kedepan.

“Kedua, yakni terkait COVID-19. Warga harus terus diedukasi tentang pentingnya penerapan Prokes, terutama 3M. Sebab laju kasus COVID di wilayah kita cukup mengkhawatirkan, apalagi di Desa Wanajaya ini yang kini berstatus ‘zona merah’. Mari kita selalu disiplin. Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Hindari kerumunan,” tegasnya.

Realisasi Usulan

Kabid Aparatur Pemerintahan Bappeda Kab. Bekasi Intan Komala, S.SOS, M.Si., membacakan sambutan Bupati Bekasi. Dalam sambutannya, Bupati menekankan tentang banyaknya usulan yang belum terakomodir. Hal itu karena terlalu banyak usulan dan terbatasnya anggaran yang dimiliki.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan beberapa hal menarik. Pertama, adalah penambahan anggaran awal Dana Desa mencapai Rp. 1 miliar pada tahun 2021. Kedua, dalam rangka peningkatan pelayanan publik di kantor Desa Wanajaya dialokasikan anggaran sebesar Rp. 500 juta. Ketiga, yakni penanganan COVID dan pemberdayaan masyarakat serta pemulihan ekonomi. Adanya kenaikan honor RT/RW Rp. 1 juta di TA. 2021.

“Desa Wanajaya mendapatkan 19 titik kegiatan dengan anggaran mencapai total Rp. 5,8 miliar. Semoga Desa Wanajaya bisa lebih maju kedepan,” pungkas Bupati.

Kegiatan Musrenbangdes tahun ini dihadiri Kepala Desa Wanajaya Nurdin Khalid, Camat Cibitung Encun Sunarto, SE. MM., Kabid Aparatur Pemerintahan Bappeda Kab. Bekasi Intan Komala, S.SOS, M.Si., Kapolsek dan Danramil Kecamatan Cibitung, Kepala Kelurahan Wanasari serta para Kepala Desa Se- Kecamatan Cibitung, para Kepala Sekolah SDN dan SMP Se- Desa Wanajaya, Kadus, Ketua RT/RW dan tokoh masyarakat setempat. (TS)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*