Alokasi Anggaran Desa Burangkeng Terbesar di Kecamatan Setu

Setu (Bintang Save) – Pemerintah Desa Burangkeng berharap Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng dikelola secara ramah lingkungan dengan teknologi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Hal itu, diungkapkan Kepala Desa Burangkeng, Nemin dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes), Senin (25/1/2021).

Menurut Nemin, harapannya itu didasari pada selain karena sudah melebihi kapasitas, pengelolaan TPAS Burangkeng juga tidak sesuai regulasi sehingga dikhawatirkan bakal berdampak ke lingkungan warga sekitar.

“Kami ingin TPAS ini dikelola secara profesional dengan bantuan teknologi Karena, mohon maaf, saat ini open dumping atau sanitary landfill juga tidak ada. Kami khawatir, jika terus ditumpuk bisa longsor,” ucap Nemin.

Dikatakannya, pengelolaan TPAS selama ini hanya sekedar wacana. Bukan omong kosong. Pasalnya, Kementrian ESDM pernah menganggarkan Rp60 milyar untuk penerapan teknologi, namun tak kunjung direalisasi.

“Kita sudah rapat hingga lima kali untuk persiapan dokumen Amdal, namun tidak kunjung ada lantaran informasinya lahan kurang luas (minimal luas lahan 20 hektar), tapi TPAS hanya 11 hektar,” jelasnya.

Lainnya yang juga diusulkan Nemin adalah pembuatan pagar pembatas TPAS. Tujuannya agar ceceran sampah tidak langsung ke tanah-tanah warga.

“Jadi bau busuk tidak langsung ke warga. Sebelum pagar pembatas ada tanaman, sehingga lalat-lalat itu menempel dulu di pohon-pohon,” tuturnya.

Nemin juga mengusulkan pengadaan jalan baru, kurang lebih sepanjang 850 meter, sebagai pengganti jalan yang dipakai TPAS Burangkeng karena akses kampung itu dipakai aktifitas armada pengangkutan sampah.

Terkait permasalahan TPAS yang dikemukakan Nemin, Camat Setu, Joko Dwijatmoko, meyakinkan bahwa Pemkab Bekasi memberikan perhatian khusus bagi Desa Burangkeng.

“Ada alokasi anggaran sekitar Rp 2 miliyar untuk pengadaan tanah TPAS Burangkeng,” ungkap Camat sambil menyebut Burangkeng sebagai daerah yang alokasi anggarannya terbesar di Kecamatan Setu.

Klaim ini dikuatkan oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Dedy Supriadi. Kata Dedy, Pemerintah Kabupaten Bekasi menganggarkan Rp22 miliar lebih kepada Desa Burangkeng untuk pembangunan di desa itu pada tahun 2021 ini.

Setidaknya ada 8 pengerjaan yang berlangsung dengan nilai pekeraan terbesar, yaitu peningkatan dan pelebaran Jalan Setu perbatasan dengan Bogor senilai Rp9.999.885.139 oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi.

Artinya, Desa Burangkeng menyerap hampir 50 persen dari total anggaran pembangunan di Kecamatan Setu.

“Kecamatan Setu (mendapatkan alokasi anggaran) sekitar Rp59 miliyar, dan Desa Burangkeng sekitar 29 miliar. Ini hampir 50 persen dari total di Kecamatan Setu,” kata dia.

Adapun pembangunan seperti peningkatan dan pelebaran jalan Setu batas Bogor sekitar Rp9 milyar lebih, lalu pembangunan Unit Sekolah Baru SDN 05 Burangkeng sekitar Rp5 milyar lebih.

Selain itu, SDN 01 Burangkeng juga bakal direhab total dengan anggaran sekitar Rp2,3 milyar. (Ccp/Nur Pulo)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*