Diskanlut Serahkan Bantuan Pompa Penyedot Lumpur Kepada Nelayan Muarabungin dan Pantai Beting

Muaragembong (Bintang Save) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Bekasi menyerakan bantuan berupa mesin pompa penyedot lumpur pasir kepada para nelayan di Muarabungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Senin (14/12) sore.

Pada pagi harinya, bantuan yang sama juga diberikan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Bekasi kepada nelayan di Pantai Muara Beting, Desa Pantai Jaya.

Kadis DPK, Ir. H. Agus Trihono, menyerahkan pompa penyedot lumpur pasir kepada Ketua Forum Nelayan Kabupaten Bekasi, Nasim Mustafa, secara simbolis dengan memberikan kunci mesin.

Prosesi penyerahan mesin penyedot lumpur pasir dilakukan antara Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Ir. H. Agus Trihono, MP., dengan Ketua Forum Nelayan Kabupaten Bekasi, Nasim Mustafa.

Nampak hadir Kades Pantai Bakti H. Manan, Kadus Otong Wijaya, Camat Muaragembong Lukman Hakim, serta sejumlah pejabat Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Bekasi.

Menurut Nasim, nelayan memang sangat menantikan bantuan mesin penyedot lumpur ini sejak lama. Pasalnya, khusus di Muarabungin, pendangkalan terjadi di sepanjang hilir sungai Citarum sampai sekitar 800 meter ke arah laut dari garis pantai, sangat menyulitkan bagi 72 kapal nelayan di Bungin untuk melintas. Baik dari muara menuju laut maupun sebaliknya.

“Pengajuannya sejak sekitar 1 tahun yang lalu. Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Bekasi cepat merespon dengan beberapa kali melakukan kunjungan, dan akhirnya (bantuan mesin-red) direalisasikan pada tahun ini,” ungkap Nasim.

Penuturan Nasim tersebut dibenarkan oleh Camat Muaragembong, Lukman Hakim. Kata dia, nelayan bahkan sudah mengadukan keluh kesahnya kepada Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja, saat orang nomor satu di Kabupaten Bekasi itu berkunjung ke Muarabungin pada November tahun lalu.

Proses uji coba mesin penyedot lumpur pasir berjalan lancar. Kendalanya, mesin sering mati karena tersangkut sampah warga.

“Bantuan ini tentunya perlu kita syukuri bersama. Kedepannya, mesin penyedot lumpur pasir ini harus dijaga dengan baik,” pesan Lukman.

Lebih jauh, terkait dengan pemberian bantuan mesin pompa penyedot lumpur pasir ini, dijelaskan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Ir. H. Agus Trihono, MP., adalah sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap nelayan.

Namun, ia juga mengingatkan, bahwa mesin tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Bekasi. “Jadi, statusnya adalah ‘pinjam pakai’ kepada kelompok nelayan sampai pada tahun pertama dan kedua,” jelasnya usai menyaksikan proses pengujian mesin.

Camat Muaragembong, Lukman Hakim, saat mengecek kesiapan mesin.

Selama itu, kata Agus, kelompok tidak boleh meminjamkan mesin kepada pihak manapun tanpa seizin Dinas Perikanan dan Kelautan. “Jika mesin hilang apalagi dijual, urusannya dengan penegak hukum,” tegasnya.

Kelompok baru bisa memiliki mesin tersebut sepenuhnya pada tahun ketiga sesuai ketentuan barang aset yang berlaku menurut Undang-Undang.

“Harus lebih dahulu mengajukan hibah. Setelah disetujui Bupati, baru akan diserahterimakan kepada kelompok nelayan,” terangnya.

Agus berharap, para nelayan dapat mempergunakan mesin dengan maksimal. “Mudah-mudahan, hadirnya pompa penyedot lumpur ini bisa mengurai permasalahan pendangkalan yang selama ini dialami oleh nelayan. Saya pesan untuk menjaga dan merawatnya bersama,” tutup Agus. (Ts)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*