Perkuat Jaminan Mutu Pangan, DKP Lakukan Pengawasan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan

Cikarang (Bintang Save) – Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kesadaran konsumen terhadap keamanan pangan produk — terutama produk segar — semakin meningkat, sehingga mendorong naiknya permintaan terhadap produk yang memenuhi standard mutu dan keamanan pangan.

Oleh karena itu, pangan yang dihasilkan produsen (petani-red) serta yang masuk ke pasar untuk kemudian dikonsumsi oleh konsumen haruslah aman dan bermutu. Pangan yang aman dan bermutu merupakan investasi untuk menghasilkan anak- anak bangsa berkualitas.

“Menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas adalah tugas kita semua, sehingga mari kita siapkan sumber daya manusia dengan gizi yang baik; pangan yang aman dan sehat; isi pasar- pasar dengan produk pangan segar juga aman,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bekasi, Wahyudi Asmar, Jumat (11/12/2020) pagi.

Apalagi, dijelaskannya, Kabupaten Bekasi merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk yang cukup besar. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kabupaten Bekasi pada tahun 2019 lalu sebanyak 3.763.000 jiwa.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Wahyudi Asmar.

“Maka, kecukupan pangan bagi penduduk Kabupaten Bekasi harus betul-betul diperbaiki baik dari segi jumlah, keamanan dan kesehatannya,” jelas Wahyudi Asmar.

Dari sisi aman pangan, pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak azasi setiap manusia yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas menurut Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.

Selain itu, pangan merupakan komoditi dagang yang sangat berpengaruh dalam kehidupan ekonomi. “Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mencegah pangan dari kemungkinan adanya bahaya karena cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia,” terangnya.

Berkaitan hal tersebut, DKP telah melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi, pengawasan, dan uji sampel terhadap Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT). Tujuannya jelas, terwujudnya keamanan pangan yang layak di konsumsi oleh masyarakat Kabupaten Bekasi.

Terkait kebijakan penanganan keamanan pangan segar ini, dipaparkan Wahyudi Asmar, ada beberapa hal penting yang harus dilaksanakan di antaranya adalah peningkatan pengetahuan masyarakat dalam mengkonsumsi pangan segar yang aman; pemantauan keamanan pangan segar di pasar- pasar.

Selanjutnya, yakni pemantauan dan pembinaan kerja sama terhadap pelaku usaha dengan dinas terkait; sosialisasi kepada pelaku usaha untuk meningkatkan mutu dan kualitas produk pertanian.

“Sehingga, dapat dilakukan sertifikasi keamanan pangan segar yang akan berdampak pada konsumsi pangan segar asal tumbuhan yang aman dan sehat serta peningkatan harga jual dan kesejahteraan pelaku usaha,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Pangan Segar Asal Tumbuhan adalah pangan yang berasal dari tumbuhan dan belum mengalami pengolahan serta dapat dikonsumsi langsung dan/atau menjadi bahan baku pengolahan pangan. Kategori ini tentunya banyak diperdagangkan di pasar-pasar rakyat di Kabupaten Bekasi. (ADV)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*