Pemkab Bekasi Kembangkan Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari

Cikarang (Bintang Save) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Ketahanan Pangan tengah berupaya mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kabupaten Bekasi. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Wahyudi Asmar, Selasa (8/12/2020) pagi.

Program KRPL dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang mengamanatkan bahwa pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, sesuai dengan potensi dan kearifan lokal guna mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif.

Upaya penganekaragaman pangan dimaksud, disebutkan dalam Pasal 26 pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, salah satunya dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan.

Berangkat dari amanat UU dan PP itulah, Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan dengan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

“Kegiatan KRPL sendiri dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting dan yang rentan rawan pangan. Atau, pemantapan daerah tahan pangan,” ucapnya.

Secara spesifik, kegiatan ini, disebutkan Asmar, dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur, dan lahan kosong yang tidak produktif sebagai penghasil pangan. “KRPL pun berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, selain memenuhi pangan dan gizi rumah tangga tentunya,” jelas Asmar.

Adapun komponen kegiatan KRPL antara lain kebun bibit, demplot, pertanaman pekarangan anggota dan pemasaran hasil panen. “Kebun bibit yang dimaksud adalah milik kelompok, di dalamnya terdapat rumah bibit berukuran 20 m² dan berfungsi sebagai kebun persemaian dan produksi bibit untuk disuplai ke area demplot dan pekarangan anggota,” terangnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Wahyudi Asmar.

Perlu diketahui, demplot adalah tempat usaha bersama kelompok untuk menghasilkan produk pangan yang berorientasi pasar, lokasi percontohan, temu lapangan, dan tempat belajar (yang menggunakan lahan tidur), lahan kosong (yang tidak produktif), atau fasilitas publik dengan batas kepemilikan jelas. Pengelola kebun demplot dilakukan oleh anggota dan biasanya diatur jadwal piket.

Sementara komponen pertanaman pekarangan anggota adalah kegiatan untuk penyediaan pangan rumah tangga dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar bangunan tempat tinggal. “Dengan optimalisasi pekarangan ini, penerima manfaat KRPL diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, khususnya sayuran, dari lahan pekarangan,” ujar Asmar.

Komponen terakhir, yakni pemasaran hasil panen, memiliki fungsi sangat penting dalam mempertahankan keberlangsungan kegiatan KRPL ini di masyarakat. Sebab dari hasil penjualan diharapkan mampu memenuhi biaya operasional kebun bibit dan area demplot.

“Kegiatan KRPL ini diyakini mampu meningkatkan pola konsumsi sayuran dan buah, serta menaikkan skor Pola Pangan Harapan (PPH) di Kabupaten Bekasi. Alhasil, dengan semakin baiknya asupan gizi masyarakat maka akan berdampak langsung terhadap penurunan angka stunting,” pungkasnya. (ADV)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*