Wilayah Rentan Rawan Pangan di Kabupaten Bekasi Turun Drastis

Cikarang (Bintang Save) – Hasil survei Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bekasi tahun 2020 mengungkap jumlah wilayah rentan rawan pangan di Kabupaten Bekasi mengalami penurunan. 

Diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bekasi, Wahyudi Asmar, wilayah rentan rawan pangan di Kabupaten Bekasi saat ini tersisa 2 desa dari 1 kecamatan saja.

“Penurunannya cukup signifikan,” kata Wahyudi Asmar di ruang kerjanya, Selasa (1/12).

Pasalnya, pada survei tahun 2017 lalu, peta sebaran wilayah rentan rawan pangan meliputi 7 desa di 5 kecamatan.

Adapun wilayah tersebut, yakni Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, Desa Karang Patri, Kecamatan Pebayuran.

Lalu ada Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Desa Sukalaksana, Kecamatan Sukakarya, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur, dan Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu. 

“Sementara setelah dilakukan kajian kembali, wilayah yang terkategorikan sebagai daerah rentan rawan pangan ada di Kecamatan Muara Gembong, yakni Pantai Harapan Jaya dan Desa Pantai Bahagia,” ucapnya.

Perlu diketahui, penentuan wilayah tersebut didasarkan pada hasil kajian pemetaan wilayah rentan rawan pangan setiap 2 atau 3 tahun sekali. 

“Dalam periode itu kami memetakan dan mengkaji bagaimana kondisi kerawanan pangan di Kabupaten Bekasi, yang hasilnya terdapat wilayah rentan rawan pangan,” terangnya.

Ada beberapa hal yang menjadi dasar penentuan wilayah kerentanan dan ketahanan pangan, di antaranya aspek ketersediaan pangan, aspek keterjangkauan pangan, dan aspek pemanfaatan pangan.

Ilustrasi: istimewa

“Tiap aspek ada indikator masing-masing, seperti rasio warung terhadap rumah tangga, rasio toko terhadap rumah tangga, rasio penduduk dengan status kesejahteraan terendah,” jelasnya. 

Selain itu, ada pula indikator yang menggambarkan pola konsumsi pangan beragam, bergizi, sehat dan aman. 

“Sejak tahun 2019 kami secara intensif menjalankan berbagai program, dan hasilnya skor PPH tahun 2020 meningkat menjadi 90,04 atau dalam kategori “good”. Sedangkan pada kajian tahun 2018 skor PPH kita ada di angka 85,6,” ungkapnya.

Ia berharap dapat terus melakukan perbaikin positif kedepannya agar rasio ketahanan pangan di Kabupaten Bekasi terus meningkat. (ADV)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*