Muaragembong: Digadang Jadi Sentra Budidaya Udang Vannamei

Muaragembong (Bintang Save) – Pemetintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi bersama Ditjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan RI melaksanakan penebaran perdana benih udang Vannamei pada Tambak Cluster budidaya udang Vannamei intensif di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Mekar Sejahtera, di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Senin (7/9) pagi.

Nampak hadir dalam acara Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Selamet Soebjakto, Asisten Daerah (Asda) I, R. Yana Suyatna, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi, Ir. Agus Trihono, MP., Camat Muaragembong, Drs H. Lukman Hakim, Ketua Pokdakan Mina Mekar Sejahtera, M. Ihsan, dan unsur Muspika.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi, Ir. Agus Trihono, MP., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan produksi udang, yakni dengan memperbanyak merubah tambak-tambak yang marjinal menjadi tambak produktif.

“Hari ini adalah triger-nya, bagaimana bisa mencapai target 250.000 ton yang sudah kita tetapkan pada tahun 2024. Dimulai dari tempat ini, kalau hasilnya maksimal kita akan kembangkan ke kelompok-kelompok yang lain,” ungkapnya.

Mewakili Bupati Bekasi, Asda I R. Yana Suyatna menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bekasi terhadap upaya pengembangan pembudidayaan udang jenis Vannamei ini di Muaragembong.

“Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap bisa menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai sentra budidaya udang Vannamei,” kata Yana membacakan sambutan Bupati Bekasi.

Hal itu dikarenakan wilayah Muaragembong mempunyai potensi perikanan air payau cukup besar dengan luas areal tambak mencapai 8.408 hektar. Adapun komoditas unggulan budidayanya saat ini adalah rumput laut, bandeng dan udang windu dengan jumlah produksi budidaya air payau sebesar 56.821 ton per tahun.

Asda I, R. Yana Suyatna.

Namun untuk budidaya udang windu terkendala masalah seperti penyakit dan sistem tanam yang masih tradisional, sehingga hasilnya masih belum maksimal.

Di sisi lain, di Kabupaten Bekasi masih sedikit yang mengembangkan udang jenis Vannamei ini sehingga pengembangannya membutuhkan sentuhan investor dan stakeholder terkait.

“Kehadiran udang jenis Vannamei ini diharapkan dapat mendongkrak produksi udang Kabupaten Bekasi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan taraf hidup pembudidaya udang di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Optimisme yang sama juga diutarakan oleh Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Selamet Soebjakto. Menurutnya, pemerintah telah memasukkan nama Muaragembong ke dalam jajaran kawasan pengembangan budidaya udang bersama Lampung Selatan, Aceh Timur, dan Cianjur.

“Potensinya (di Muaragembong) besar. Katakan lah dari 8.000 hektar lahan tambak yang ada, jika satu hektarnya bisa menghasilkan 10 ton saja, maka dalam setahun kita bisa memproduksi 80.000 ton udang per tahun,” paparnya, sambil mengungkapkan peluang ekspor udang Indonesia yang cukup besar ke pasar Eropa, Timur Tengah, hingga Tiongkok.

Karenanya, untuk mendukung tercapainya harapan tersebut, diyakinkan Selamet, bahwa pada tahun 2021 pemerintah pusat –KKP– berencana memberikan bantuan berupa alat berat seperti eskavator kepada kelompok pembudidaya untuk mempermudah pengelolaan lahan tambak.

Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Selamet Soebjakto,.

“Jadi tolong kepada Pemkab Bekasi untuk didata apa saja alat berat yang dibutuhkan dan berapa jumlahnya, Insya Allah kami akan bantu. Kemudian, kami juga tengah berupaya menggodok aturan mengenai pemberian sertifikat pengelolaan tanah perhutanan sosial milik pemerintah,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan para tetamu undangan.

Ditemui seusai acara, Ketua Pokdakan Mina Mekar Sejahtera, M. Ihsan, mengungkapkan bahwa pada acara pagi hari itu ada sebanyak 600 ribu benih udang Vannamei yang dilepaskan dalam tambak. Ia berharap bisa menghasilkan 13 ton udang dengan memanfaatkan 43 kolam tambak udang yang ada.

“Kami cukup optimis karena sistem tanamnya mengaplikasikan standar operasional prosedur (SOP) udang dari penambak di Trenggalek. Kolam dibuat agak kecil. Untuk menjaga kadarnya kami gunakan empat buah kipas dalam setiap kolamnya. Tambak-tambak ini dirawat dan dipantau oleh pekerja kami yang saat ini jumlahnya sudah mencapai 80 orang,” kata dia.

Untuk diketahui, Pokdakan Mina Mekar Sejahtera juga membudidayakan komoditas lain selain udang Vannamei, yakni rumput laut, ikan bandeng hingga udang windu. Tercatat ada 80 orang penambak yang tergabung dalam kelompok ini. (Ts/Ccp)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*