Ciptakan Budaya Gemar Membaca, Pemkab Bekasi Luncurkan GEMMPITA

Cikarang Utara (Bintang Save) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, secara resmi meluncurkan Gerakan Masyarakat Membaca Pintar dan Taqwa (Gemmpita), di Kantor Desa Waluya, Cikarang Utara, Kamis (3/9).

Nampak hadir dalam peresmian kegiatan bertajuk “Menuju Masyarakat yang Literat dengan Gempita untuk Bekasi Dua Kali Tambah Baik” ini, yaitu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi, Sekretaris Dinas Provinsi Jawa Barat dan Jajaran Perangkat Daerah lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, Drs. Dedy Supriyadi, MM., bersama Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, saat meresmikan program Gemmpita.

Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, Drs. Dedy Supriyadi, MM., mengatakan bahwa Gemmpita merupakan upaya Pemerintah Daerah agar masyarakat menjadi gemar membaca. Terutama saat menghadapi pandemi pandemi Covid-19.

Lain daripada itu, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca masyarakat agar Indonesia maju, sebagai aktualisasi pengamalan UUD 45 alinea keempat tentang “mencerdaskan kehidupan bangsa.”

Gemmpita juga, diakuinya, sebagai replika dan perpanjangan tangan dari Kolecer (Kotak Literasi Cerdas) yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya.

“Dengan adanya Gemmpita, semoga lebih memasyarakatkan minat baca di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Gemmpita juga diharapkan menjadi bahan untuk mengembangkan potensi masyarakat dan komunitas pegiat literasi dan budaya baca secara berkelanjutan.

“Karenanya saya berharap, dunia usaha pun turut berkomitmen bersama-sama memfasilitasi kegiatan dalam rangka membudayakan minat baca yang ada di Kabupaten Bekasi, sehingga kegiatan ini akan memberikan manfaat secara luas,” imbuhnya.

Ditambahkan Dedy, bahwa Gemmpita saat ini telah ada di lima tempat, dan salah satunya adalah di Desa Waluya. “Nanti akan ada di beberapa tempat lainnya,” singkatnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi meyakini program Gemmpita bisa meningkatkan angka melek huruf masyarakat. Pasalnya, menurut dia, masyarakat yang gemar membaca akan teredukasi, lebih pintar memilih informasi.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat dalam membaca itu harus cerdas, tidak mudah percaya. Seolah-olah semua bacaan baik. Maka, berita-berita yang hoax ini menjadi bisa dieliminir. Sebab salah satu syarat untuk mewujudkan visi ‘Jawa Barat Juara Lahir Bathin’ adalah dengan mecerdaskan SDM-nya. Membangun SDM Juara,” terangnya.

Awam Prakoso, pendongeng anak dari komunitas Kampung Dongeng.

Kepada Bintang Save, Awam Prakoso, seorang pendongeng anak dari komunitas Kampung Dongeng, juga menekankan tentang arti penting dari membaca. Menurut dia, membaca dapat meningkatkan wawasan dan mampu memperkaya pembendaharaan kata.

“Bagi pendongeng seperti saya misalnya, membaca adalah kunci. Dengan membaca, saya bisa merangkai kata dan membuat cerita yang menarik sehingga tak membosankan,” ungkapnya.

“Karena itu, saya ingin menggerakkan hati para peserta agar memasyarakatkan gerakan membaca melalui Gemmpita ini secara masif,” tambah pria yang telah mendirikan Kampung Dongeng di 26 provinsi dan 200 kota/kabupaten di Indonesia ini. (Ts)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*