Kualitas Infrastruktur di Kab. Bekasi Buruk, Budiyanto Serukan Revolusi Konstruksi Bangunan Negara

(Bintang Save) – Salah satu politisi muda yang juga merupakan seorang pengusaha, Budiyanto, melontarkan kritis pedas terkait kondisi gedung sekolah SD/SMP Negeri, Puskesmas, Gedung Perkantoran di Kabupaten Bekasi dan bangunan negara lainnya yang berkualitas rendah. Sebagian malah dikatakannya sudah tak layak pakai lantaran mengalami kerusakan cukup parah.

“Saya merasa malu. Ini (buruknya kondisi bangunan) adalah aib yang tidak pantas terjadi di Kabupaten Bekasi,” ucapnya, Kamis (17/7).

Pria yang karib disapa kang Budi ini mengaku miris melihat situasi yang ada. Dijelaskannya, bahwa orang luar Bekasi menganggap Kabupaten Bekasi adalah “daerah dollar”, karena berstatuas sebagai pusat industri terbesar se- Asia Tenggara dengan PAD dan APBD Kabupaten 10 besar tertinggi di Indonesia.

“Lain itu, Bekasi juga merupakan pusat berdirinya kawasan perumahan elit. Ternyata, untuk masalah pembangunan tidak bisa dibanggakan,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Banyaknya sekolah dan bangunan negara lainnya yang rusak berat itu meliputi bangunan lama yang belum diperbaiki, ataupun bangunan baru namun dibangun dengan kualitas rendah alias asal-asalan. “Sehingga bangunan lama dan baru sama-sama rusak,” semburnya.

Padahal, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi itu menyebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi selalu mengalokasikan anggaran cukup besar untuk urusan pembangunan infrastruktur bangunan sekolah dan bangunan negara ini. Misalkan rencana rehab total untuk SDN Mekarsari 05 Tambun Selatan yang menyerap APBD 2021 mencapai Rp2,4 miliar.

“Hanya saja selalu terkendala waktu lelang, waktu pelaksanaan yang lama dan buruknya kualitas hasil pembangunan. Sehingga, kadangkala bangunan baru yang selesai dikerjakan tapi hasilnya tidak sesuai dengan spek dan berkualitas rendah. Alhasil, justru menjadi tidak layak dipergunakan,” tegas Budi.

Karena itu, menurutnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi harus berani melakukan Revolusi Kontruksi Bangunan Negara. “Sekolah, Puskesmas, gedung perkantoran (harus mengalami revolusi konstruksi) agar beberapa kendala tersebut diatas dapat tertangani dengan tepat,” terangnya.

“Syarat utama pembangunan gedung bangunan negara adalah spesifikasi kualitas bangunan berstandar bagus, waktu pelaksanaan cepat dan pelaksanaan lelang yang lebih awal,” tambah Budi.

Dan salah satu bentuk Revolusi Konstruksi yang harus dilakukan, jelasnya, adalah dengan merubah spek alat dan material bangunan negara. “Sebagai contoh, jika semula menggunakan pasir, besi behel, batu bata atau hebel dirubah menjadi fondasi dan struktur bangunan rangka baja besi H-Beam, rangka baja H-Beam badan bangunan dan rangka baja lainnya dengan kualitas terbaik,” ungkapnya.

Dengan menggunakan spek bahan bangunan tersebut, kualitas bisa terukur dan waktu pengerjaan juga jauh lebih cepat. “Manfaatnya adalah kualitas bangunan lebih bagus, kuat dan tahan lama. Sehingga bisa dipergunakan dengan aman dan dalam jangka panjang,” tutup Budi. (Dodo)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*