Antisipasi Darurat Pangan Selama Pandemi, Pemkab Bekasi Siagakan Cadangan Beras Bulog

Cikarang Pusat (Bintang Save) – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Wahyudi Asmar, memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mempunyai 119 ton beras atau 20% dari total cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog (Badan Urusan Logistik, red).

Angka ketersediaan beras sebanyak itu disiagakan untuk keperluan darurat, seperti situasi bencana alam maupun pandemi korona sebagaimana dirasakan sekarang ini.

“Apabila dirasa kebutuhan pangan di pasaran menipis, maka alokasi stok itu bisa dikeluarkan. Namun pelaksanaan teknisnya (penyaluran beras, red) ada di dinas terkait lain, seperti Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan dan Kelautan,” ucapnya kepada Bintang Save, Senin (18/5) di ruang kerjanya.

Menurut Asmar, langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi pemerintah bilamana terjadi kelangkaan pasokan beras sehingga mengakibatkan darurat pangan di Kabupaten Bekasi. Meskipun saat ini penggunaan stok beras belum terlalu dibutuhkan, karena komoditi itu masih tersedia di pasaran.

Selain menyiagakan pasokan beras, dijelaskan Asmar, pihaknya pun telah melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat tentang adanya potensi rawan pangan, serta resiko atau dampak yang bakal terjadi. “Sosialisasi kami lakukan di enam kecamatan. Salah satunya adalah Kecamatan Cibitung yang termasuk ke dalam Zona Merah,” terangnya.

Di Cibitung, lanjutnya, ada nama Desa Kertamukti yang telah mengajukan proposal untuk dibantu penyediaan beras. Untuk menyerap persediaan beras dari pemerintah, pihak yang membutuhkan memang dianjurkan mengirimkan pengajuan.

“Ajukan ke Pemerintah Daerah dengan melampirkan tandatangan kades atau lurah serta camat, kemudian diverifikasi oleh dinasnya dan langsung Bulog mengirimkan beras itu ke mereka yang membutuhkan,” pungkasnya. (ts)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*