Menguatnya Solidaritas di Tengah Wabah, Gabungan Komunitas Berbagi Makanan Gratis

Tambun Selatan (Bintang Save) – Di tengah kabar pesimistis setiap hari soal corona, selalu ada yang menghangatkan hati. Para pegiat komunitas rupanya masih menempatkan kemanusiaan sebagai hal utama.

Kita tentu berharap negara hadir di saat seperti ini, ketika corona melumpuhkan mata pencaharian sebagian orang. Atau bahkan kita sendiri. Tapi yang kedengaran justru sayup-sayup berita disahkannya RUU Minerba ataupun pembagian bansos yang tak merata dan akhirnya jadi bahan gerutuan ibu-ibu.

Syahdan, kami mengikuti Komunitas Peduli Tambun Selatan (KAPITAS) sesorean. Bersama komunitas Santai Bermusik, alumni SMPN 2 Tambun Selatan dan berbagai komunitas lainnya, mereka bergandengan tangan melakukan kegiatan bagi-bagi nasi kotak yang berpusat di Jati Andan, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Jumat (15/5).

“Kita masih punya bekal solidaritas,” demikian kalimat pertama yang diungkapkan Angga Septiana, Ketua Komunitas Peduli Tambun Selatan (KAPITAS), menjawab pertanyaan kami soal mengapa gerakan-gerakan sosial masih terus ada walau dimasa sulit.

“Kepedulian kepada sesama akan selalu menemukan jalannya. Di tengah pageblug pandemi seperti sekarang, aksi-aksi solidaritas perlu selalu kita pupuk bersama. Seharusnya memang tidak boleh berhenti,” kata dia penuh penekanan.

Menurut Angga, upaya konkret yang lahir dari masyarakat itu sendiri penting dilakukan agar optimisme bisa terus dipetik bahkan disaat-saat sulit sekalipun.

“Kita tidak bisa terus-terusan bergantung pada pemerintah. Justru gerakan dari akar rumput seperti KAPITAS dan rekan komunitas lainnya, meskipun tak seberapa besar, tetap berperan menghadirkan harapan yang baik,” ujarnya.

Bunda Endah, dari komunitas seniman yang menamai diri Santai Bermusik, mengamini pernyataan Angga Septiana. “Gerakan kemanusiaan seperti ini hidup dan dapat bermunculan di mana-mana,” ucapnya.

“Karena kepedulian sebenarnya bisa datang dari siapa saja tanpa memandang perbedaan.”

“Maka, semestinya kegiatan serupa bisa dilakukan oleh banyak orang, organisasi, atau komunitas lain tak hanya di Bekasi,” tukasnya disambut anggukan kepala rekan-rekannya menyetujui.

Makanan gratis ini dibagikan sejak pukul 5 sore hingga menjelang berbuka puasa. Berdasarkan penuturan Bunda Endah, ada 395 nasi kotak yang disediakan dan dibagikan mulai Jati Andan sampai di seputaran Jl. Raya Kalimalang. Makanan tersebut dibeli dari hasil uang patungan anggota komunitas.

KAPITAS bersama komunitas lainnya di Bekasi rutin melakukan kegiatan sosial.

 

Meski sering bergerak atas inisiatif sendiri, mereka toh mengaku tidak menutup kemungkinan menyalurkan bantuan dari pihak lain.

“Kami membuka peluang untuk menjalin sinergi dan menggalang kepedulian dari berbagai pihak. Karena kalau kita bicara kemanusiaan, tanggung jawab itu tentunya ada di pundak setiap orang,” pungkas Angga. (ccp/iwn)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*