LSM Kaliber Bersama Polsek Bantargebang Giat Operasi Ketupat Jaya

Bintang Save, BEKASI – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dalam mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kaliber Indonesia Bersatu (Kaliber) mengikuti kegiatan Operasi Ketupat Jaya tahun 2020 di wilayah hukum (Wilkum) Polsek Bantargebang, Jumat (24/4/2020) malam.

Kegiatan tersebut Operasi Ketupat Jaya dipimpin langsung Kapolsek Bantargebang Kompol Ali Jhon SH didampingi Koramil Bantargebang dan Ketua Distrik 05 Kota Bekasi Supriyatno. Operasi Ketupat Jaya ini dipercepat pelaksanaannya sebagai tindak lanjut dari larangan mudik yang telah diputuskan Presiden Joko Widodo.

Kapolsek Bantargebang Kompol Ali Jhoni SH dalam pengarahannya menghimbau, demi memutus mata rantai atau penyebaran Covid-19, Polsek jajaran agar melakukan penghentian mudik kepada masyarakat, serta menjaga kamtibmas di wilayah hukum Kota Bekasi khususnya di Bantargebang.

Sementara itu, Ketua Distrik 05 LSM Kaliber Kota Bekasi Supriyatno berharap kepada rekan-rekan untuk selalu bersinergi, baik TNI maupun Polri dan dapat mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19.

Sekedar diketahui, Operasi Ketupat setiap tahun digelar oleh Polri sebagai upaya terpadu pengamanan mudik lebaran. Tapi, Operasi Ketupat 2020 sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Penyebabnya tak lain karena Indonesia saat ini tengah menghadapi wabah Virus Corona. Sejumlah kebijakan langsung diambil untuk mencegah penyebaran semakin luas.

Sejak jauh-jauh hari Polri biasanya sudah sibuk menyusun rencana pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar mudik tetap lancar. Tapi, tidak tahun ini. Polri kini fokus mencegah warga mudik. Terlebih Jabodetabek masuk kawasan yang warganya dilarang mudik. Atau pun warga luar Jabodetabek dilarang masuk.

Dimana pemerintah telah melarang mudik untuk mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Keputusan itu disampaikan Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Selasa (21/4/2020) lalu.

Presiden Jokowi beralasan masih banyak masyarakat perantauan yang bersikeras untuk mudik. Dari data Kementerian Perhubungan, sebanyak 24 persen masyarakat memutuskan tetap mudik.

Hal ini dikhawatirkan akan menjadi medium penularan Covid-19 di desa-desa karena para perantau dianggap merupakan orang yang tinggal di episentrum Virus Corona di Indonesia. “Artinya masih ada angka yang sangat besar, yaitu 24 persen tadi,” ujar Jokowi. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*