Pjs. Ganda: Pemdes Wibawamulya Bertekad Perangi Covid-19

Pjs. Desa Wibawamulya, Ganda.

Cibarusah (Bintang Save) – Di tengah maraknya kasus akibat penyakit SARS-Cov-2 yang kini telah menjadi pandemi secara global, harusnya dipahami bahwa ia membutuhkan penanganan serius. Penyakit yang kita kenal dengan nama Covid-19 itu memang begitu masifnya mewabah ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Karenanya, penanggulangan virus tersebut harus dilakukan oleh semua pihak, tidak hanya pada level pemerintah pusat, tetapi juga daerah dan bahkan di tingkat desa.

Hal itu diungkapkan oleh Pjs. Desa Wibawamulya, Ganda. Kepada Bintang Save, ia menegaskan komitmennya untuk turut serta dalam upaya bersama memutus rantai penyebaran viruscorona.

“Kami secara rutin melakukan sosialisasi, penyemprotan disinfektan, hingga pembagian masker ke warga. Selain itu, Satgas Gugus Covid juga disiagakan untuk melakukan pemantauan dan pengawasan lingkungan,” jelasnya. “Tentu dalam pelaksanaannya kami dibantu oleh unsur Bimaspol dan Bhabinsa,” kejar Ganda menambahkan.

Segala upaya yang dilakukan, kata Ganda, semata agar warga bisa benar-benar memahami bahwa virus yang sudah merenggut lebih dari 600an nyawa di Indonesia ini sangat berbahaya.

Oleh karena itu, Ganda tak pernah bosan mengimbau kepada warga Desa Wibawamulya agar selalu berlaku hidup bersih dan sehat, rajin cuci tangan, dan jangan keluar rumah kalau tidak terpaksa. “Ingat, kalau pun harus keluar rumah pakailah masker, jaga jarak dan hindari keramaian sebisa mungkin. Semoga kita termasuk orang-orang yang diberikan kesehatan serta keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.

Kekhawatiran Ganda cukup beralasan. Sebab, sebagaimana diketahui, sebaran Covid-19 di Kabupaten Bekasi saat ini telah masuk dalam zona merah. Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kab. Bekasi, jumlah pasien positif telah menembus angka 63 kasus. Khususnya untuk wilayah Cibarusah, tercatat kasus ODP 49 orang, PDP 1 orang, dan positif 1 orang. Sementara untuk di Desa Wibawamulya sejauh ini terdeteksi ada 4 kasus ODP atau Orang Dalam Pemantauan. (Dika/Dodo)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*