Merawat Tradisi Maulid Nabi

Tambun Selatan (Bintang Save) – Hari itu suasana di Kampung Buwek Jaya, Rawa Pisang, Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, nampak lebih ramai dari biasanya. Orang-orang terlihat berduyun menuju sebuah masjid besar bernama Jamie Al Muhajirin. Menghadiri acara Maulid Nabi Muhamad S.A.W. Reporter Bintang Save menangkap keramaian itu, merasakan energi baik yang terpancar dari setiap orang.

Di era kiwari (modern), memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad mungkin sudah banyak ditinggalkan di sebagian tempat. Atau kalaupun tidak, pasti memunculkan perdebatan. Tetapi di kampung ini, Maulid telah lama mengakar menjadi tradisi yang tidak mungkin dihilangkan. Reporter kami, M. Zamhari menjadi saksi bagaimana orang-orang kampung, tanpa dikomando, dengan sukarela menyisihkan uang agar acara tersebut bisa dilaksanakan.

Kami menemui Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Ronay dan Ridwan yang merupakan bendahara ikatan remaja masjid (IRMAJA) Jamie Al Muhajirin serta Ketua IRMAJA, Irman. Ketiganya yang saban hari berkeliling kampung dari rumah ke rumah.

“Alhamdulillah, dana acara kami dapat dari hasil swadaya warga saja. Ada juga (dana) dari donatur tetap, ibu-ibu BKMT dan karang taruna RW 02,” ucap Ronay.

Menggelar sebuah acara tentunya bukan perkara duit semata, masih ada urusan peralatan tenda hingga konsumsi. “Namun persoalan itu bisa tuntas dengan kerja bersama yang memang sudah membudaya di kampung ini,” kata Irman.

Masalah konsumsi misalnya, biasa ditangani oleh para Ibu-ibu Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) yang dinakhodai Maryati. Mereka begitu semangatnya memberikan sajian berupa makanan dan minuman serta buah-buahan kepada masyarakat yang menghadiri acara.

“Di sini, setiap ada acara, rasa kekeluargaannya begitu kental antar sesama warga. Alhamdulillah, segala yang sulit menjadi mudah,” ucap Maryati.

Ketua DKM Masjid Jamie Al Muhajirin, Ust. Mesin, mengomentari semangat warga dan segenap pengurus masjid yang menurutnya perlu untuk terus dirawat.

“Masjid ini merupakan ‘rumah Allah’ tempat kita beribadah. Maka, sudah sewajarnya setiap ada kegiatan dilangsungkan dengan gotong royong semua pihak tanpa memandang status sosialnya,” ujar Ust. Mesin.

Apalagi, lanjutnya, sebagai orang Indonesia, gotong royong memang sudah menjadi akar budaya kita. “Jadi insya Allah tidak akan membebani. Alhamdulillah-nya, remaja-remaja generasi milenial ini ikut juga menjadi panitia. Setidaknya mereka jadi paham tradisi,” imbuhnya.

Di sisi lain, esensi dari pelaksanaan Maulid adalah napak tilas kelahiran dan perjalanan Nabi Muhammad. “Di dalamnya tentu ada sifat karakter Nabi yang perlu ditiru dan digugu. Antara lain adalah sikap menghormati kepada sesama, saling membantu, bersilahturahmi, yang alhamdulillah sudah kita praktikkan dalam proses diselenggarakannya acara ini,” jelas Ust. Mesin.

Karenanya, ia berharap agar dengan diadakannya acara Maulid Nabi Besar Muhamad S.A.W. ini dapat menambah kerundikan kita kepada Allah S.W.T. “Dan terus menjalin tali silahturahmi antar sesama warga, saling tolong menolong, bahu membahu demi terciptanya kedamain, kerukunan serta kehamonisan antar sesama Warga di Kampung Buwek Jaya ini,” pungkasnya.

Sekadar ingormasi tambahan, acara Maulid Nabi diisi denga ceramah agama oleh KH. Tohir Nawawi Al Bantani dari Kampung Ceger. Nampak hadir perwakilan perangkat Desa, IRMAJA, Ibu-ibu BKMT, Pemuda Karang Taruna RW 02, para sesepuh, dan masyarakat Kampung Buwek Jaya. (Dodo)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*