HKP Ke-47: Dinas Perikanan dan Kelautan Pamerkan Ragam Panganan Berbasis Olahan Ikan

Cikarang Utara (Bintang Save) – Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47 Kabupaten Bekasi 2019 diselenggarakan di lapangan Perumahan Grand Cikarang City (GCC), Jl. Gatot Subroto, Kaliulu, Desa Karangraharja, Kec. Cikarang Utara, Kamis (28/11) pagi.

Acara berlangsung semarak. Tak hanya ceremonial belaka, momen HKP juga dimanfaatkan untuk menampilkan aneka produk pertanian dan perikanan di Kabupaten Bekasi. Acara HKP 2019 ini dimeriahkan dengan kegiatan bazar murah, produk sembako dan hasil tani, serta pembagian 100 bibit ikan. Jika ditotal ada sebanyak 535 orang peserta yang merupakan insan pertanian se-Kabupaten Bekasi.

Aneka produk olahan berbahan dasar ikan dipamerkan di stand DPK.

Berdasarkan informasi dari pihak penyelenggara acara, ada sebanyak 23 stan kecamatan dan 10 stan pertanian. Salah satunya adalah stan Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Bekasi. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Bekasi, Ir. H. Agus Trihono, MP., mengatakan bahwa stan DPK diisi beragam jenis produk panganan berbahan dasar rumput laut dan ikan, antara lain ikan mata belo, ikan panjang, dan otak-otak bakar produksi TPI Muaragembong.

Sekda Kab. Bekasi, Drs. H. Uju, M.Si., didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Ir. H. Agus Trihono, MP., tengah mendengarkan penjelasan tentang produk olahan ikan yang dikerjakan oleh pelaku usaha binaan DKP.

“Kemudian kita juga memamerkan hasil budidaya aeroponik antara sayuran dengan ikan. Banyak yang kami bawa hari ini. Melalui acara ini kami ingin juga mengajak UKM menjadi lebih sukses lagi,” ucapnya.

Bandeng Turangga menjadi salah satu produk UKM binaan DPK yang laris manis diserbu pengunjung.

Terkait dengan acara HKP sendiri, menurut Agus, peringatan HKP ke-47 merupakan sebuah wadah untuk mengeksplor karya petani dan nelayan.

“Khusus di bidang kelautan kami menampilkan beberapa kegiatan kelompok pengelola ikan. Ada juga budidaya ikan, dan yang paling penting adalah kita mengenalkan ikan kepada anak-anak,” ungkapnya.

Hal itu, sebutnya, dimaksudkan agar anak-anak tidak alergi terhadap ikan dan sejak dini mulai memakan ikan.

“Program ini adalah program yang kami akan laksanakan tahun depan dalam rangka menghadapi stunting di Indonesia. Jadi konsumsi proteinnya adalah dari ikan. Itu harapan kita. Memang ini bertahap, dan perjalanan panjang tentunya agar generasi kita dan generasi di bawah kita mengerti bagaimana pola konsumsi yang baik terutama bersumber dari protein ikan,” jelas Agus. (TS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*