Penyalahgunaan Wewenang, Kades Nagasari Ditangkap Polisi

Kades Martam diamankan pihak Kepolisian lantaran kasus penyalahgunaan wewenang sebagai Kepala Desa. (Foto by Antara)

Serangbaru (Bintang Save) – Martam Wijaya (42), Kepala Desa Nagasari, Kecamatan Serangbaru, dibekuk Kepolisian Resor Metro Bekasi lantaran melakukan pungutan liar.

Ia ditangkap beserta barang bukti berupa dua amplop warna coklat yang berisikan uang tunai sebesar Rp15 juta, dan satu bundel dokumen Perdes Nomor 04 Desa Nagasari Kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi tentang Penetapan Alih Fungsi TKD. Penyidik juga menyita satu unit Toyota Fortuner warna hitam milik Martam.

Kades yang belum genap setahun menjabat ini ditangkap dalam kasus dugaan penyalahgunaan wewenangnya sebagai kepala Desa. Dia memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) untuk memperkaya diri. Tanah itu memiliki luas 6.000 meter persegi dan kini difungsikan sebagai Pasar Pasirkupang.

Budi Setia Mulya, selaku jaksa penuntut umum, mengatakan bahwa Martam meminta uang kepada pihak pengelola pasar sebagai biaya sewa tanah dengan total mencapai Rp30 juta. Dijelaskan Budi, biaya sewa tanah tersebut sebenarnya sebesar Rp15 juta per tahun, namun Martam justru meminta untuk biaya dua tahun sekaligus.

“Dari berkas yang diterima, sebenarnya pihak pengelola telah membayar biaya sewa. Tetapi dibayarkan pada saat kepemimpinan Kepala Desa yang lama. Kemudian, diminta lagi sama tersangka ini,” ucap Budi.

Parahnya lagi, penyidik menemukan unsur ancaman yang dilakukan Martam saat meminta uang tersebut. Kata Budi, Martam mengancam akan menutup pasar apabila pengelola tidak menuruti permintaan hingga batas waktu yang ditentukan. Alhasil, karena takut, pihak pengelola pasar menuruti permintaan sang kepala desa. Namun juga melaporkan Martam ke Polisi dan langsung ditangani oleh Unit Kriminal Khusus Polrestro Bekasi.

Martam terpilih pada gelaran pemilihan kepala desa yang digelar serentak pada Agustus 2018 lalu. Ia kemudian dilantik pada 28 September 2018. Nahas, hanya sembilan bulan berselang, Martam ditangkap. Kasus Martam kini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kabupaten Bekasi, Angga Dhielayaksa, saat dikonfirmasi wartawan mengungkapkan masih akan memproses kasus ini sambil menunggu kelengkapan berkas tuntutan selama 20 hari kedepan.

“Kami mendapat limpahan berkas dari kepolisian terhadap yang bersangkutan. Selanjutnya, kami akan proses untuk kemudian dilimpahkan ke pengadilan,” kata dia, Rabu (10/7/2019).

Atas kasus ini, Martam dikenakan Pasal 12 huruf (e) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancamannya, penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 20 juta. *

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*