H. Kardin: Tegas Menyuarakan Kepentingan Masyarakat

Cibitung (Bintang Save) – Hari masih terlalu pagi, Sabtu, 19 Januari 2019 lalu, tetapi puluhan warga RW 09 di Blok M. 31/20 sudah berkumpul menempati bangku-bangku di lokasi yang bakal menjadi tempat Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, H. Kardin, S.IP, M.Si., melewati masa reses. Masa-masa reses rupanya sangat dimanfaatkan oleh warga untuk menumpahkan segala keresahan yang mereka alami. Misal, mayoritas warga yang hadir pada hari itu mengluhkan kondisi lingkungan yang terdampak dari pembangunan jalan Tol Cibitung –Cilincing. Menurut warga, terjadi perubahan terhadap kondisi lingkungan yang akibatnya kurang baik untuk warga. Contohnya, jalan keluar masuk warga jadi terganggu, saluran atau drainase di lingkungan warga banyak mengalami kerusakan sehingga saluran air tidak lancar.

Persoalan yang dipicu oleh pembangunan jalan tol ini tidak hanya dialami oleh warga di RW 09, tetapi juga warga di RW 14. Bahkan kondisi di wilayah tersebut lebih parah dari sebelumnya (pembangunan jalan tol, red). Sebagai bentuk konkret, H. Kardin mengajak Kepala Bidang PUPR dan Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan, Camat Cibitung, Kepala Desa serta konsultan dari CTP dan Tim Waskita beserta tim runding Desa Wanajaya untuk melakukan pengcekkan langsung ke lokasi di depan Indomart dan Jembatan Rengas.

Kerja keras warga untuk menuntut hak-haknya ini rupanya sangat difasilitasi oleh H. Kardin. Ia memberikan perhatian khusus dengan mendorong pihak pengelola jalan tol (PT. CTP) untuk melakukan perbaikan secepatnya. Akhirnya, dari sebagian usulan yang disampaikan itu saat ini sudah tertangani dan dikerjakan oleh pihak pengelola jalan tol (PT. CTP), seperti perbaikan saluran air yang sekarang sedang dikerjakan. Lokasinya tepat berada di di depan SMAN 1 Cibitung.

Hal lain yang menjadi perhatian H. Kardin berasal dari warga RT. 04/09 yang mengeluhkan sampah yang sering tersangkut di tengah jembatan kali Sadang yang melintang dekat Pasar Rengas. Akibatnya, aliran air terganggu dan kerap menjadi pemicu banjir. Belum lagi masalah kali yang sudah tercemar sehingga menimbulkan bau menyengat dan mengganggu pernapasan warga sekitar. Warga pun mengusulkan normalisasi kali Sadang untuk dipercepat, sekaligus dilanjutkan dengan pemasangan turap dan pembuatan jalur evakuasi. Selain masalah itu, warga pun menginginkan agar H. Kardin bisa menginisiasi pembangunan balai warga dan jalan lingkungan. Sementara untuk di Rt. 03/10, aduan yang masuk adalah adanya beberapa titik jalan yang belum dicor sepanjang +/- 260 meter, dan tanah-tanah yang lonsor di masing-masing RT.

Permasalahan-permasalahan yang telah diserap olehnya dari warga disampaikan H. Kardin dengan lantang saat menghadiri Musrenbang Tingkat Kecamatan Cibitung Tahun Anggaran 2020, Selasa (29/1) lalu. Contohnya masalah dampak dari pembangunan jalan tol, H. Kardin menyinggung ketidakpatuhan pengembang perumahan sebagai salah satu pangkal permasalahan. “Bukan hanya soal pembangunan jalan lingkungan saja yang dibahas, yang diperlukan saat ini adalah adanya tindakan tegas dari Pemerintah Daerah terhadap pengembang perumahan yang ada di Kabupaten Bekasi ini,” ucapnya. Menurut H. Kardin, kurang lebih dari 300 pengembang perumahan di Kabupaten Bekasi baru 30 yang sudah melakukan penyerahan aset ke pemerintah,” ucapnya tanpa ragu. H. Kardin menyebut, persoalan asset hanyalah satu dari begitu banyak praktik-praktik ketidaktaatan pengembang terhadap aturan. “Oleh karena itu, pemerintah harus tegas (kepada pengembang),” kata dia.

Maka, H. Kardin pun mendesak pemerintah agar melakukan pemanggilan terhadap pengembang perumahan yang belum melakukan penyerahan aset. “Dampaknya besar, pembangunan fasilitas warga di perumahan jadi terbengkalai dan tidak bisa dikerjakan dengan menggunakan anggaran pemerintah. Kalau setelah dipanggil dan diproses, kemudian sudah ada penyerahan aset, pihak badan perencanaan pun harus membuat anggaran untuk pembangunan fasilatas yang belum diperbaiki,” tegas H. Kardin.

Sementara untuk persoalan kali Sadang, ia sepakat perlunya dilakukan kegiatan untuk pelaksanaan normalisasi, sebab kali Sadang merupakan kali yang menampung debit air cukup besar jumlahnya. Kali Sadang menampung air kiriman dari kawasan MM2100, kalimalang bahkan dari perumahan Aster, perumahan Depsos merupakan sumber meluapnya kali Sadang. “Kondisi jembatan penghubung desa Wanajaya dengan Kelurahan Wanasari yang berbentuk kotak itu tidak tepat. Bentuk kotak yang menjadi fundasi jembatan dapat menampung sampah, sehingga air yang mengalir tidak lancar. Jembatan itu perlu dikaji ulang dan dibongkar. Perbaiki agar menjadi lebih efektif,” jelas H. Kardin.

Dan tidak disitu saja, dalam kesempatan itu, H. Kardin memaparkan persoalan lainnya, yakni kemacetan di wilayah Cibitung yang sekarang ini sudah kraudit akibat adanya jalur rel kereta api/KRL. Masyarakat tidak nyaman dan lalu lintas mandek. Padahal, Pemerintah Daerah sudah mengeluarkan anggaran besar untuk pembebasan lahan warga sekitar. Tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pelaksanaan proyek pembangunan underpass. “Coba tanyakan pemerintah pusat bagaimana kelanjutan dari proyek ini. Jadi jangan diam saja,” imbuhnya. Kepedulian H. Kardin terhadap segala persoalan yang dialami oleh warga tentunya perlu diapresiasi. Sebab dengan menyerap berbagai aspirasi dari warga, H. Kardin telah menjalankan fungsi legislasinya dengan baik sehingga warga pun merasa mendapat perhatian yang layak dari wakilnya di DPRD itu. (TS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*