Pembangunan Tol Cilincing –Cibitung Abaikan Ekses Terhadap Lingkungan: Ketua Komisi III DPRD Kab. Bekasi Bakal Panggil PT. Waskita Karya

Cibitung (Bintang Save) – Semangat pemerintah untuk mengejar pengerjaan pembangunan Tol Cibitung –Cilincing tidak dibarengi dengan baiknya pelaksanaan pembangunan di lapangan. Pasalnya, para pelaksana teknis pembangunan kurang memperhatikan kenyamanan dan keamanan serta minimnya perhatian terhadap lingkungan. Hal inilah yang sangat disayangkan warga di sekitar pembangunan jalan Tol Cibitung –Cilincing, di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Berangkat dari persoalan itu, berdasarkan turunnya surat Tim Runding Waskita Kadus I Wanajaya Cibitung , Kabupaten Bekasi yang dialamatkan ke Bupati No. 005/81. Pem/WNJ/XII/2018 dan DPRD Kabupaten Bekasi pada hari Senin, tanggal 10 Desember 2018 dan diterima pada hari Selasa, 11 Desember 2018 dengan nomor CC5/87. Pem/WNJ /XII/2018. Surat ini merupakan bentuk keseriusan warga Desa Wanajaya untuk melakukan langkah komplain sebagai bagian untuk menuntut pertanggung jawaban terhadap perusahaan yang digarap oleh PT. Cibitung Tanjung  Priok Port Tollways dan sebagai pelaksana teknis untuk  melakukan kegiatan pekerjaan pembangunan jalan tol Cibitung –Cilincing oleh PT. Waskita Karya, sampai sejak pelaksanaan kegiatan proyek jalan Tol telah terjadi perubahan lingkungan warga yang tidak menyenangkan dan berdampak tidak baik di warga sekitar ini menjadi keluh kesah para warga.

Apa bila melihat besarnya proyek ini apakah tidak pantas kami sebagai warga untuk mengkomplin pihak PT.  Tol Cibitung-Cilincing sendiri juga bagian  dari Tol  Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR2) Tol ini memiliki panjang 34 km. Tidak di situ saja, Tim Runding Waskita Kadus 1 Wanajaya Cibitung pun melakukan kunjungan ke Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi pada hari Jumat 14 Desember 2018 yang hadir pada saat itu adalah perwakilan warga diantaranya ketua tim oleh Bachtiar dan didampingi 3 orang stafnya serta perwakilan dari pemerintah setempat dengan Ketua Kadus 1 H. Mindi.

Adapun maksud dan tujuan kehadiran para perwakilan warga dan perwakilan aparat setempat diruangan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi merupakan langkah lanjutan dan sikap ketidak sabarnya warga agar pihak pemerintah daerah dalam hal ini DPRD supaya melakukan pemanggilan secepatnya terhadap pihak PT. Waskita Karya untuk mempertanggung jawabkan kondisi lingkungan dan pemakaian aset perumahan warga yang berdampak tidak nyaman dan menyenangkan terhadap masyarakat yang ada di sekitar pembangunan jalan tol.

Dengan seruan para tim ke Ketua Komisi III DPRD atas permasalahan tersebut H. Kardin pun menyambut dengan serius dan mengatakan, bahwa sikapnya sebagai dewan yang pembawa aspirasi rakyat akan melakukan pemanggilan terhadap PT. Waskita Karya dan PT. Bojong Kulur sebagai pengembang yang telah menyediakan lahan sebagai pasilitas warga pemukim di Perumahan Villa Mutiara Jaya II Wanajaya Cibitung ikut mempertanggung jawabkan atas lahan yang diperjual belikan  sebagai pasilitas warga jelasnya, saat di wawancarai Bintang Save diruang kerjanya.

Dengan sikap tegas oleh Ketua Komisi III dengan adanya kepedulian terhadap warga yang terdampak akibat pembangunan jalan tol Cibitung – Cilincing Ketua Tim Runding Waskita Kadus I Wanajaya Cibitung menyambut baik dan mengatakan, besar harapan kami agar secepatnya pemanggilan yang dijanjikan oleh H. Kardin bisa secepatnya terwujud. Bahkan di kantor Dewan ini bersama –sama mari kita bahas permasalahan yang kami hadapi, “kami tidak mau menghambat pekerjaan dan Proyek Nasional tapi kewajiban pihak pelaksana pekerjaan proyek besar tadi harus memperhatikan lingkungan warga dan menjaga kelangsungan lingkungan yang nyaman dan aman buat kami. Untuk di Kadus 1 ada 11 RW yang terdampak  ini kan harus dipikirkan oleh mereka biar kami aman menempati tempat tinggal yang sudah lama kami huni sebagai tempat tinggal yang kami miliki.

Tak luput pula, sambutan baik dari perwakilan dari aparat desa setelah sikap tegas yang dikumandangkan oleh H. Kardin, kami menyambut baik dan besar pula harapan kami agar segera mungkin selesai permasalahan yang di hadapi warga kami. Pengalaman yang saya alami bersama warga di 11 rukun warga (RW) untuk di Kadus atas dampak pembangunan jalan tol Cibitung –Cilincing, ada pemukiman warga banjir lumpur dan bahkan masuk kerumah lumpur dan bising bahkan rumah yang berdekatan dengan pembangunan pundasi dan pemadatan tanah jalan yang akan dibangun telah mengakibatkan getaran sehingga banyak rumah warga yang mengalami retak dinding rumah tersebut. Oleh karena itulah kami berharap agar secepatnya permasalahan ini bisa diatasi oleh pihak terkai pelaksana pembangunan dan juga fasilitas warga bisa dikembalikan kepada warga.

Adapun keluhan yang disampaikan oleh tim Runding Waskita Kadus I Wanajaya Cibitung ini diantaranya terambilnya bagian penggunaan fasos dan fasum warga yang sudah di gunakan untuk pembangunan jalan tol tersebut dan bahkan ironisnya dengan pelaksanaan pembangunan jalan tol yang sudah dikerjakan ini tidak ada sosialisasi terhadap warga setempat.

Dan bahkan untuk mendukung penguatan kondisi lingkugan dan susunan penataan ruang yang aman dan yamaman tidak dirasakan oleh warga setempat, semisalnya dengan pembuatan saluran drainase juga jalan epakuasi sebagai akses warga untuk keluar masuknya tidak tertata dengan harapan warga. Seperti yang disampaikan oleh Jastine salah satu warga dari RW 14 dimana lingkungan warga yang terdampak telah mengalami kerusakan lingkungan sekitar seperti saluran air yang tidak efektip menjadi membanjiri pemukiman warga sekitar dan airnya pun sudah bercampur lumpur bebas masuk ke rumah warga, ini sangat disesalkan.

Seperti septi yang harus dibuat oleh pihak waskita patutnya aman bagi warga, namun dengan kenyataan yang terjadi di lokasi tidak terlihat rapi sehingga air turunnya air hujan bebas membanjiri pemukiman dan rumah warga bebas.

Dibanjirin dengan air dan lumpur, sangat menarik ketika rumah warga digenangi air lumpur. Seharusnya sebagai pelaksana tehnis pembangunan yang sudah bersekala nasional sepatutnya pihaknya Waskita atau sipemberi kegiatan kepada pelaku pekerja. Juga menjadi perhatian,jelas H. Mindi. (TS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*