Kelangkaan BBM Dibelitung Membuat Resah Masyarakat

Akibat kelangkaan BBM antri panjangpun tak terhindarkan.

Belitung (Bintang Save) – Setiap tahun selalu menjadi alasan kelasik ketika BBM langka, cuaca buruk, kapal terlambat menjadi alasan, dan ini sudah bertahun – tahun berulang ulang kenapa harus terjadi… ? kemana stok dalam tangki kok bisa  habis serentak ?

Ali Hasmara selaku Ketua LSM Lintar kepada Wartawan  Bintang Save mengatakan,” Sudah beberapa hari ini Bensin, Pertalite juga Solar mulai susah dicari di kios-kios, kalau di POM antriannya lama, puncaknya ya hari ini ketika kios – kios susah dan tidak ada BBM mau tidak mau antri di POM , kenapa kejadian seperti ini selalu berulang setiap tahun, seharusnya Pemda tanggap dan bertindak apa yang harus diperbuat, bukan hanya diam saja, padahal bertahun tahun lalu banyak tokoh – tokoh masyarakat Belitung, Organisasi kemasyarakatan mengusulkan untuk di buatkan DEPO di Belitung, tapi kenapa selalu gagal,gagal dan gagal lagi,ada apa ya ? tegas Ali

Ipen salah seorang tokoh pemuda Belitung mengatakan,”  sudah saatnya kita desak Pertamina bangun Depo, Dengan kondisi Belitung yang sudah ditetapkan sebagai kawasan Destinasi Wisata Unggulan dan merupakan Program Nasional maka hal mutlak untuk persoalan BBM ini untuk diselesaikan dengan dibangunnya DEPO dan ini seharusnya sudah dibangun belasan tahun yang lalu, tapi selalu tertunda dan tertunda, kalau BBM lancar hilang masalah Depo, tapi ketika BBM susah timbul lagi masalah Depo, mudah – mudahan tahun ini bisa ada kepastian bahwa DEPO harus dibangun, jangan plintat plintut fatal akibatnya bagi ekonomi secara menyeluruh,” ungkap Ipen.
Berdasarkan informasi karena cuaca buruk,kapal terlambat datang dari Plaju- S gerung, tapi apakah hal ini berulang setiap tahun dan pihak Pertamina tidak dapat mengantisipasi keadaan cuaca ?

Pantauan Bintang Save dilapangan terkait sulitnya BBM yang ada di Kabupaten Belitung sangat membuat panik masyarakat dikarenakan sehari harinya masyarakat mengunakan kendaraan untuk mengkais riziki baik itu hendak pergi ke kebun maupun melaut dan bukan hanya saja sulit dicari namun kalau adapun  harganya cukup begitu tinggi seperti harga solar mencapai 150 dan 160 Ribu Rupiah perjerigennya, dan itupun tidak sampai 20 liter kalau dibeli dari pengecer.

Salah seorang pengecer yang tidak ingin ditulis namanya itu ketika dikonfirmasi Bintang Save terkait mahalnya harga BBM yang dijualnya mengatakan, kita bikin mahal harganya karena kita beli dari pengerit juga mahal dan itu hal wajar dikarenakan mereka antri berjam jam. Ujarnya

Sangat diharapkan sekali bagi penegak hukum untuk dapat menindak tegas para pelaku penjual BBM yang mempaatkan keadaan kondisi kelangkaan BBM seperti ini, dikarenakan sangat merugikan masyarakat apalagi masyarakat yang kurang mampu ekonominya. (Silalahi /Ali)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*