Sehari Jelang Pencoblosan, Masa Geruduk Kantor Desa Sumber Jaya

Masa pendukung calon Kades Sumber Jaya nomor urut 2, 3, dan 4 mempertanyakan perubahan background pada desain kertas suara yang dilakukan sehari jelang pencoblosan, Sabtu (25/8).

Tambun Selatan (Bintang Save) – Panitia penyelenggara Pilkades Desa Sumber Jaya, di Kecamatan Tambun Selatan, digeruduk masa pada hari Sabtu, 25 Agustus 2018, atau sehari jelang pemungutan suara. Masa yang merupakan pendukung dari calon nomor urut 2, 3 dan 4, yakni Guruh Herry Prayitno, SE., Opal Nopalin dan Deni Haryanto mendatangi kantor desa sekitar pukul 11.00 Wib. Mereka mempertanyakan keputusan panitia yang merubah background foto para calon Kades dalam kertas suara tanpa pemberitahuan lebih dahulu kepada masing-masing calon.

Sebelumnya, dalam sosialisasinya, panitia menunjukkan desain kertas suara dengan background foto para calon berwarna kuning. Masa berang lantaran sehari sebelum pencoblosan desain kertas suara justru berubah total. Pada desain yang baru, background foto para calon Kades berbeda-beda. Misal, background foto calon nomor urut 1, yakni Matam, S.Pd.I., berwarna merah. Sedangkan Guruh Herry Prayitno, SE., dan Opal Nopalin berwarna biru. Sementara Deni Haryanto berwarna putih. Dalam keterangannya, pihak panitia berdalih, bahwa perubahan tersebut mengikuti warna background pas foto yang dikirim oleh masing-masing calon.

Usut punya usut, pernyataan panitia rupanya tak sepenuhnya benar. Sekilas pandang, background foto para calon Kades dalam kertas suara tersebut memang sesuai dengan warna pas foto yang dikirimkan para calon. Hanya saja, jika diperhatikan, background foto Opal Nopalin yang dikirimkan ke panitia berwarna biru muda. Sedangkan Guruh Herry Prayitno, SE. berwarna biru tua.

Keputusan panitia untuk merubah desain kertas suara di detik-detik terakhir jelas dapat memantik berbagai penafsiran yang bisa saja berujung bentrokan. Sebagai contoh, beberapa orang pendukung calon yang ditemui Bintang Save bahkan menduga bahwa perubahan ini merupakan hasil kongkalikong yang melibatkan panitia dan calon Kades petahana: Matam, S.Pd.I.

Matam diduga ingin mengakali sebagian pemilih tradisional yang notabene mengalami buta aksara, sehingga tak bisa membaca nama-nama calon Kades yang ada dalam kertas suara. Alih-alih pemilih hanya diminta (oleh tim sukses) untuk hanya mencoblos foto dengan background berwarna merah. Di sisi lain, para pemilih pun akan kesulitan membedakan calon nomor urut 2 dan 3 yang sama-sama berwarna biru. Meskipun belum dapat dibuktikan kebenarannya, namun kasak kusuk semacam ini perlu diwaspadai oleh panitia sebab berpotensi besar menjadi pemicu adu jotos para pendukung calon.

Masa pendukung calon Kades Sumber Jaya nomor urut 2, 3, dan 4 meminta panitia menghitung ulang jumlah kertas suarat untuk menghindari adanya kecurangan, Sabtu (25/8).

Dugaan lain yang berkembang, masa khawatir ada kertas suara yang hilang, rusak, ataupun sudah dicoblos lebih dulu. Pasalnya, disaat bersamaan tersiar kabar persoalan yang sama juga terjadi di Desa Tridaya. Masa pendukung calon nomor urut 1, 2, dan 4 kesal bukan main karena sebanyak 320 surat suara diketahui lenyap. Kekhawatiran itu semakin menguat, sebab banyak warga yang ternyata belum mendapatkan surat undangan pencoblosan berdatangan ke kantor desa. Rohili salah satunya. Warga Kp. Pulo, RT 03/036, ini mencak-mencak dan mencoba merangsek ke ruang Kades Sumber Jaya. “Sudah siang begini saya belum dapat surat undangan (pencoblosan). Nama saya juga tidak terdaftar, saya sudah konfirmasi ke RT dan RW,” ucap dia.

Kata Rohili, ia tak pernah mengalami masalah seperti ini sebelumnya. Sebab dalam gelaran Pilbub Bekasi dan Pilgub Jawa Barat, lelaki tua ini selalu bisa menyalurkan hak pilihnya tanpa kesulitan. “Di sekitaran tempat saya tinggal juga banyak yang belum dapat (undangan pencoblosan). Tapi saya ke sini untuk memperjuangkan hak saya sendiri. Saya punya hak,” semburnya dengan nada kesal.

Hingga berita ini diturunkan, proses mediasi antar keempat calon Kades Sumber Jaya dengan pihak panitia masih berlangsung alot. Sebagai jalan tengah, calon Kades nomor urut 4, Deni Haryanto, mengusulkan agar kertas suara dihitung ulang oleh panitia dengan disaksikan para calon. (Ccp)

Nama-nama DPT di Desa Sumber Jaya terpampang di kantor desa. Pada Pilkades kali ini banyak warga yang mengeluh karena belum mendapatkan surat undangan pencoblosan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*