Ketika Orang Tua Murid Ronda Sukseskan UNBK SMPN 1 Tambun Selatan

 

Tambun Selatan (Bintang Save) – Berbagai upaya yang dilakukan oleh Hj. Anisa agar pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 1 Tambun Selatan dapat berjalan sukses. Seperti mempersiapkan sarana dan prasarana komputer dan komponen lainnya merupakan bagian utama dari salah satu pendukung kegiatan UNBK yang tidak dapat dianggap sepele dan belum terpenuhi secara lengkap.

 

“Sebagian jumlah komputer yang sudah tersedia di sekolah dipinjamkan oleh orang tua murid,” kata Hj. Anisa, Selasa (24/4). Bahkan, lanjutnya, para guru yang turut meminjamkan komputer yang dimilikinya kepada pihak sekolah agar pelaksanaan UNBK bisa berjalan sukses.

Kontribusi orang tua siswa rupanya tak sampai di situ. Hj. Anisa juga mengajak untuk sama-sama mengamankan komputer. “Maklum anggaran yang kita punya terbatas. Sementara personel keamanan juga hanya 2 orang, jadi harus disiasati,” ucap dia. Anisa merasa senang sekaligus bangga, karena ternyata para orang tua murid justru menyambut ajakannya dengan antusias.

 

Salah satu orang tua murid mengatakan kenapa dirinya mau mengikuti ajakan Hj. Anisa adalah karena factor kedekatan dengan pihak sekolah. “Saya sebagai orang tua murid turut prihatin, sehingga saya siap saja diminta meroda tanpa merasa dibebani,” ungkapnya yang tidak mau disebutkan namanya itu kepada Bintang save.

 

Adapun selama proses UNBK berjalan, para orang tua murid pun senantiasa hadir untuk menjaga ruang-ruang komputer secara bergiliran selama seminggu penuh. Menariknya, menurut pengakuan Hj. Hera, para orang tua murid bahkan sudah mengirimkan aneka makanan dan minuman kemasan sejak pukul 4 sore.

 

“Saya selaku kepala sekolah sangat berterima kasih kepada semua guru dan orang tua murid yang sudah meminjamkan komputer serta ikut menjaganya,” imbuh dia. Padahal, tambahnya, program ini merupakan yang pertama kali ia lakukan di SMPN 1 Tambun Selatan.

 

Kepala Bidang SMP Ridwan Kusuma saat melakukan monitoring ke sekolah tersebut pun merasa bangga. Malahan, ia menyempatkan diri untuk ikut berfoto bersama dengan para orang tua murid yang ikut meronda. “Ibu Anisa nekad. Tetapi saya bangga karena hingga malam begini Ibu masih berada di lingkungan sekolah. Hal ini layak sebagai contoh,” ungkap Ridwan. (TS)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*