Hari Kesehatan Dunia: 4% Penduduk Dunia Mengidap Depresi

Doloksanggul (Bintang Save) – Kabupaten Humbang Hasundutan mendapat kehormatan dengan menjadi tuan rumah peringatan Hari Kartini ke-138 dan Hari Kesehatan se-Dunia tahun 2017. Acara tersebut bertempat di Bukit Inspirasi Doloksanggul, Jumat (21/4). Upacara peringatan dipimpin oleh Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, SE., dan dihadiri Sekdakab Saul Situmorang, SE.MSi., Wakil Ketua TP PKK Ny. Tiur Maryati Saut Parlindungan Simamora, Wakil Ketua II TP PKK Ny. Betty Saul Situmorang dan beberapa pimpinan SKPD.

Terkait dengan peringatn Hari Kesehatan se-Dunia ini, Bupati menjelaskan, bahwa pada tahun 1948 majelis kesehatan dunia WHO mencanangkan tanggal 7 april sebagai Hari Kesehatan se-Dunia yang kemudian diperingati setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tema  kesehatan yang ditentukan oleh WHO sesuai dengan masalah kesehatan masyarakat secara global.

Bupati menjelaskan, Hari Kesehatan se-Dunia yang dilangsungkan setiap tanggal 7 april 2017 mengangkat topik kesehatan jiwa, yaitu  Depresi: Ayo Curhat. Sedangkan untuk tema nasional adalah “Membangun Keluarga Sehat, Bebas dari Depresi”.

“Depresi dianggap penting karena prevalensi depresi yang cukup besar di dunia serta menyebabkan beban penyakit yang berat. Diperkirakan sebanyak 4% dari total populasi mengalami gejala depresi. Kondisi ini memperparah beberapa penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke,” papar dia.

Dilanjutkannya, depresi adalah sebuah keadaan yang memiliki gejala berupa rasa sedih yang berkepanjangan dan berlebihan serta hilangnya minat untuk melakukan kegiatan sehari-hari, diikuti penurunan kemampuan menjalankan kegiatan yang biasa dilakukan. Dapat juga tampak dalam bentuk gangguan tidur, perubahan nafsu makan, perasaan bersalah atau tidak berguna, lelah berkepanjangan, bahkan pemikiran menyakiti diri sendiri dan orang lain.

Jika kondisi ini berlarut-larut dan tidak segera ditangani akan menjadi gangguan jiwa yang serius dan dapat berkhir dengan bunuh diri. Depresi dapat terjadi pada siapapun, dalam usia berapapun, termasuk anak sekolah yang seringkali terabaikan sehingga mereka mudah terpengaruh dengan kenakalan remaja dan narkoba.

Berdasarkan Riskesdas tahun 2013, prevalensi orang dengan gangguan jiwa berat sebesar 1,7 ‰, sedangkan prevalensi orang dengan gangguan mental emosional sebesar 6%. Proporsi orang dengan gangguan jiwa berat yang pernah dipasung sebesar 14,3% (angka nasional), 10,7% diantaranya terjadi di perkotaan dan 18,2% di pedesaan.  Di Kabupaten Humbang Hasundutan tercatat sebanyak 247 orang dengan gangguan dan 14 orang di antaranya dipasung atau diisolasi.

Upaya kesehatan jiwa menurut undang-undang nomor 18 tahun 2014 tentang kesehatan jiwa adalah setiap kegiatan untuk mewujudkan derajat kesehatan jiwa yang optimal bagi setiap individu, keluarga dan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.

Upaya promotif dilaksanakan di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, tempat kerja, masyarakat, fasilitas pelayanan kesehatan, media massa, lembaga keagamaan dan tempat ibadah, lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

Upaya promotif di lingkungan keluarga adalah yang terpenting yang dilaksanakan dalam bentuk pola asuh dan pola komunikasi dalam keluarga yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan jiwa yang sehat. WHO memperkirakan beban penyakit akibat depresi di tahun 2020 berada di peringkat ke-2 dan di tahun 2030 berada di peringkat pertama.

Selain itu, depresi juga merupakan penyebab utama disabilitas, sangat mempengaruhi kondisi fisik, hingga dapat menyebabkan kematian akibat bunuh diri. Depresi pun pada pasca persalinan 3x lebih tinggi daripada periode kehidupan perempuan lainnya, dan tentu saja hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Fenomena ini, sebut Bupati, mengindikasikan bahwa beban karena masalah kesehatan jiwa merupakan tantangan yang harus dihadapi saat ini.

“Hari Kesehatan se-Dunia tahun 2017 ini mengangkat tema “Depression: Let’s Talk”, yang menekankan kepada kita supaya mau membicarakan masalah kita dengan orang terdekat, agar beban pikiran kita dapat terbagi dan tidak menjadi berlarut-larut yang dapat menyebabkan depresi bahkan gangguan kejiwaan yang lebih serius,” imbuhnya.

Peringatan Hari Kesehatan se-Dunia ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat serta mempromosikan berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kesadaran, pemahaman dan kepedulian masyarakat, serta peningkatan peran aktif terhadap pencegahan dan pengendalian depresi sedini mungkin.

Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain: kampanye publik melalui media sosial, penyuluhan mengenai kesehatan jiwa ke sekolah-sekolah dan masyarakat, dan pelaksanaan deteksi dini depresi di fasilitas pelayanan kesehatan serta pencegahan depresi pasca persalinan melalui pendampingan oleh keluarga dan petugas kesehatan. Hal ini guna mencegah hilangnya hari produktif atau menjadi beban keluarga dan negara yang berkepanjangan.

Bupati Humbahas mengajak semua pihak untuk mendukung terciptanya keluarga sehat yang bebas depresi dengan membiasakan diri untuk membicarakan masalah atau beban pikiran dengan orang yang tepat atau orang terdekat sehingga tercipta kesehatan jiwa dimana kondisi seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi  tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya. (Jaken Nababan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*