Bupati Humbahas: Hari Kartini, Momentum untuk Memperkuat Pemberdayaan Wanita

Doloksanggul (Bintang Save) – Kabupaten Humbang Hasundutan mendapat kehormatan dengan menjadi tuan rumah peringatan Hari Kartini ke-138 dan Hari Kesehatan se-Dunia tahun 2017. Acara tersebut bertempat di Bukit Inspirasi Doloksanggul Doloksanggul, Jumat (21/4).

Upacara peringatan dipimpin oleh Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, SE., dan dihadiri Sekdakab Saul Situmorang, SE.MSi., Wakil Ketua TP PKK Ny. Tiur Maryati Saut Parlindungan Simamora, Wakil Ketua II TP PKK Ny. Betty Saul Situmorang dan beberapa pimpinan SKPD.

Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor mengatakan, Hari Kartini selalu yang diperingati setiap tanggal 21 April ini merupakan hari bersejarah yang menjadi tonggak perjuangan emansipasi wanita. Perjuangan itu pertama kali dipelopori Raden Adjeng Kartini yang lahir 138 tahun silam tepatnya 21 April 1879.

“Di era kartini, wanita-wanita di negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Kaum wanita direndahkan derajatnya dibandingkan kaum lelaki,” kata dia. Kaum wanita, sebutnya, dilarang menuntut ilmu dan tidak boleh bekerja apalagi menjadi seorang pemimpin. “Tapi semua berubah saat RA Kartini berjuang untuk mengeluarkan kaum wanita dari itu semua,” ucap Bupati.

RA Kartini wanita yang memiliki cita-cita yang cemerlang dan berani menentang penjajahan yang selalu mengekang hak-hak kaum perempuan serta menentang kungkungan feodalisme. Berkat kepeloporan RA Kartini dan berbagai pemikiran yang terangkum dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”, kini kaum wanita Indonesia telah berdiri dalam kemitrasejajaran dengan kaum pria.

Perempuan merupakan tokoh sentral yang memiliki kemampuan dan kapasitas yang luar biasa besar dalam membentuk karakter bangsa. Kemampuan itu tentu memerlukan pondasi yang kuat serta rasa percaya diri yang tinggi. Dan dengan kemampuan ini pulalah yang mendasari RA Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, sehingga mampu memberikan perubahan tatanan kehidupan masyarakat, terutama yang terkait dengan posisi kaum wanita.

Atas perjuangan RA Kartini, kini bisa melihat perempuan-perempuan Indonesia yang hebat, tidak hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga tapi ikut berpastisipasi dan berkontribusi dalam memberi warna kehidupan masyarakat dengan berbagai kegiatan-kegiatan pembangunan, sosial budaya, politik dan lainnya.

Dikatakan lagi, peringatan Hari Kartini merupakan wujud apresiasi kepada perempuan atas profesionalisme, dedikasi, kontribusi dan komitmen serta dharma baktinya kepada bangsa dan keluarga. Juga dapat melipatgandakan semangat dan motivasi perempuan untuk terus berkarya dan berkreasi dengan baik.

Peringatan ini tentu bukan sebatas acara seremonial yang diperingati setiap tahunnya, namun lebih dari itu. “Mudah-mudahan disetiap masa wanita Indonesia tetap berjuang untuk mengharumkan nama bangsa,” ungkap Bupati penuh harap.

Selanjutnya, ia juga berharap agar peringatan Hari Kartini juga selayaknya dimaknai secara langsung dan tegas dikaitkan dengan kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki, sebagai momen yang tepat untuk memperkuat pemberdayaan perempuan secara lebih luas; momentum memperkuat advokasi dan aksi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan formal dalam rangka peningkatan kualitas hidup perempuan; mendorong kesadaran laki-laki untuk aktif terlibat dalam mewujudkan kesetaraan gender; sebagai momentum untuk memperkuat penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Sementara dalam kaitannya dengan pembangunan di Kabupaten Humbang Hasundutan, khususnya di bidang pemberdayaan perempuan, banyak program pembangunan yang harus menjadi fokus dan membutuhkan partisipasi dari kaum perempuan untuk menjadi motor penggerak.

Bupati menyebutkan antara lain yang bisa dilakukan adalah bagaimana upaya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, memberantas komersialisasi perempuan, menurunkan angka kematian ibu melahirkan (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

“Mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, keikutsertaan perempuan dalam memastikan kelestarian lingkungan hidup, penguatan kelembagaan perempuan, dan peningkatan peran perempuan dalam menanggulangi narkoba dan HIV/AIDS. Ini semua membutuhkan peran aktif dari perempuan,” jelasnya.

Pada masa-masa modern saat ini, dapat dikatakan perempuan Indonesia sudah keluar dari ranah domestiknya menuju ruang publik. Namun, secara kasat mata perempuan tetap harus berjuang untuk keluar dari penjara hedonisme (perilaku konsumtif) yang memenjarakan mereka dalam kenikmatan semu yang akan membawa dampak buruk bagi kehidupan.

Untuk itu, kepada perempuan-perempuan atau ibu-ibu untuk tidak langsung berpuas diri dengan berbagai keberhasilan yang telah dicapai saat ini. Kedepannya harus lebih berusaha, serta berjuang untuk lebih meningkatkan perjuangannya dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Dengan keluarga yang berkualitas, maka negara akan menjadi kuat dan masyarakat hidup sejahtera. Hal tersebut kiranya sesuai dengan tema yang diangkat pada peringatan tersebut, yakni “Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan Melalui Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Demi Terwujudnya Keluarga Kecil Berkualitas”.

Peringatan Hari Kartini ini tentu menjadi momen kebangkitan kaum perempuan untuk ikut berpartisipasi dan berusaha memberikan yang terbaik bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Humbang Hasundutan. “Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita, lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam,” kata Bupati seraya mengutip kalimat terkenal dari Kartini sebelum mengakhiri sambutannya. (Jaken Nababan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*