Lilis Aritonang Bidan Desa yang Penuh Dedikasi

Lilis Aritonang ketika tengah memeriksa kesehatan balita yang menjadi salah satu pasiennya.

Tigalingga, Bintang Save— Di era globalisasi seperti sekarang ini, pembangunan individu tiap-tiap masyarakat Indonesia telah menjadi pokok perhatian yang serius berbagai pihak.

Sebab dengan demikian, manusia-manusia Indonesia dapat dipersiapkan menjadi masyarakat yang siap bersaing. Dan, aspek kesehatan menjadi dasar pembangunan manusia yang dimaksud, mengingat kompetisi yang semakin ketat diperlukan manusia-manusia yang kuat dan sehat secara jasmani.

Hal itu dilandasi oleh karena dengan kesehatan yang baik, maka manusia dapat dibangun menjadi manusia yang berkualitas. Sebab bagaimana mungkin seorang yang penyakitan dapat memaksimalkan segala potensi yang dimiliki. Untuk mewujudkan itu, diperlukan tenaga-tenaga yang terampil dan siap mengabdi mendedikasikan hidupnya bagi kepentingan sosial.

Di sebuah desa di Tigalingga, ada seorang bidan desa yang pengabdiannya layak untuk ditiru oleh tenaga medis lainnya. Adalah bidan Lilis Aritonang, yang setia terhadap profesinya dan terus mendedikasikan kemampuannya itu untuk masyarakat sekitar di Desa Lau Sireme.

Sumber anonim Bintang Save mengatakan Lilis bahkan rela berkorban untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyaarakat di desa tersebut. Saat menyambangi bidan Lilis beberapa waktu lalu, Bintang Save menyaksikan sendiri betapa ia sangat telaten dan piawai mengurusi pasiennya.

Sebagai contoh adalah saat ia menangani balita bernama Kiren Tambunan yang mengalami demam tinggi. Menurut bidan Lilis, sang balita termasuk menderita gizi buruk. Pasalnya, dengan usia 1,3 tahun, Kiren hanya mempunyai berat badan 3,7 kg.

“Saya sudah memberikan pelayanan kesehatan dan arahan semaksimal yang saya bisa pada orang tuanya (Kiren-red). Bahkan, telah melaporkan kondisinya kepada bagian penanggulangan gizi buruk di Dinas Sosial,” ucapnya sambil mempersiapkan diri untuk mengantar Kiren ke rumah sakit Sidikalang.

Dinas Sosial pun, kata Lilis, sudah datang untuk langsung bertemu dengan keluarga si balita. Tetibanya di rumah sakit Sidikalang, bidan Lilis tanpa pikir panjang memberikan uang jaminan untuk si balita. Malahan, ia tidak membebankan sepeserpun biaya ambulan kepada keluarga Kiren. Akhirnya, Kiren pun dapat diterima pihak rumah sakit dan mendapat perawatan secara intensif. (RS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*