Mencetak Pesilat-pesilat Tangguh

Tambun Selatan (Bintang Save) – PENCAK Silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni beladiri ini secara luas berkembang dan dikenal di Indonesia. “Belakangan, silat bahkan sudah menyebar di negara-negara ASEAN,” jelas Panitia Pelaksana Kegiatan Kejuaraan Pencaksilat, Yugianto.

Ia menyampaikan, laporan dalam kesiapan acara agar segera dibuka secara resmi oleh Ketua Umum KONI Kabupaten Bekasi agar pertandingan seleksi antar team perguruan pencak silat dapat dilaksanakan dengan baik.

Kata dia, berkat peranan para pelatih asal Indonesia, kini negara-negara di Asean juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh. “Pencak silat ini merupakan salah satu olah raga beladiri kebanggaan Indonesia dan dilestarikan hingga sekarang,” ucapnya.

Di Kabupaten Bekasi, setiap tahunnya selalu memberangkatkan Team Pencaksilat di berbagai ivent. Atletnya pun selalu menyumbangkan medali dan piagam penghargaan. Para atlet pencaksilat yang mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Ketua Umum Koni Cup ini, dapat mendorong semangat untuk meraih prestasi serta penyaringan untuk persiapan atlit Pencak Silat PORDA XIII Jawa Barat nanti. Dengan kegiatan ini, diyakini juga dapat menumbuhkan pesilat-pesilat tangguh dan berprestasi membanggakan.

“Tidak tertutup kemungkinan, dalam pelaksanaan PORDA XIII 2017 yang akan datang para pesilat hasil seleksi ini akan membawa nama Kab. Bekasi harum di tingkat Provinsi. Prestasi-prestasi prestisius semoga kita dapat raih,” ungkap Ketua Umum Koni Kab. Bekasi, H. Romli.

Adapun tujuan dari kegiatan seleksi di setiap kontingen team ini, merupakan bagian untuk mencari dan mempersiapkan kematangan para atlet IPSI sejak dini. Nantinya para atlet dapat dipersiapkan di berbagai kejuaraan, baik di tingkat Provinsi maupun nasional.

“Oleh karena itu, kita bisa lihat begitu antusiasnya dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam kegiatan ini. Sebab melihat pada tahun lalu, dari cabang pencak silat selalu menyumbangkan prestasi juara I. Maka harapannya, di tahun ini bisa meraih prestasi lagi,” kata dia seraya menegaskan bahwa olah raga beladiri pencak silat sangat berperan untuk mengharumkan nama baik Kab Bekasi.

Dukungan yang begitu besar juga mengalir dari Ketua Umum IPSI Kabupaten Bekasi, Imam Sutarto. Ia telah menunjukkan keseriusannya untuk mendorong teamnya agar di Kejuaraan Perebutan Piala Ketua Umum KONI Romli Cup Tingkat Kabupaten Bekasi dapat terlaksana dengan baik dibawah kepemimpinannya.

Menurutnya, saat ini perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Bekasi dan sudah masuk nominasi serta hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut sudah mencapai 138 orang atlet dari 15 perguruan pencaksilat.

Berbagai pertandingan dilakukan, di antaranya tanding putra untuk sebanyak 88 atlet, tunggal putra 8 atlet, ganda putra 2 tim, regu putra 3 tim, 109 tanding atlet putra; tunggal, ganda dan regu. Sedangkan atlet putri berjumlah 29 orang untuk melakukan pertandingan putri sebanyak 21 atlet, tunggal putri 3 atlet, ganda putri 1 tim, dan regu putri 1 tim. “Dari jumlah tersebut sudah memenuhi kesiapan kuota atlet untuk PORDA XIII,” jelas Imam.

Namun demikian, rupanya masih ada yang mengganjal baginya. Dimana kantor IPSI yang ada sekarang ini masih dalam kondisi kurang menguntungkan. “Pasalnya, kita tentunya sangat membutuhkan lahan yang luas dan kantor yang menetap, bukan ngontrak. Besar harapan saya di kemudian hari, bahwa cabang olah raga ini akan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi,” imbuhnya.

Terlebih lagi, lanjut Imam, pembangunan ruang kantor yang belum lama ini sudah diajukan proposalnya untuk pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi. “Semoga saja terlaksana di Tahun Anggaran 2017 ini,” ujarnya penuh harap.

Lebih tepat lagi, ia ingin bisa mendukung kegiatan berlatih para atlit pencak silat yang seharusnya bisa lebih exstra. Tentu harap dia sarana yang dimaksudnya itu akan didirikan di dekat Gelora Wibawa Mukti. “Sebab di sana, menurut kami sangat tepat ruangan serta lokasinya untuk berlatih,” jelasnya.

Apalagi, lanjut dia, cabang olah raga pencak silat ini merupakan bagian sejarah dari bangsa Indonesia. Peninggalan budaya leluhur kita. “Yang penting harap kami bagaimana bisa mensukseskan olah raga pencak silat ini, sehingga Kab. Bekasi dapat berkiprah dan mendapatkan medali emas di PORDA XIII ini,” tegasnya.

Ia pun mengatakan, bahw pihaknya sangat mengharapkan dukungan dari para atlet agar lebih antusias dalam mengikuti setiap perlombaan. “Terlebih di acara seperti ini tentu dapat memotivasi para atlet dari seluruh peserta. Kesempatan seperti ini yang kami harapkan bisa mengasah kemampuan serta meningkatkan ilmu yang kami miliki. Bahkan kalau boleh, disetiap tahun kejuaraan seperti ini dapat terselenggarakan,” tukas dia.

Jika kesempatan untuk berlaga lebih banyak, dan kalau berlatih terus tapi tidak ada kejuaraan, sepertinya semangat untuk cinta terhadap olah raga pencak silat juga nantinya akan berkurang. “Kejuaraan seperti ini, sebutnya, bisa menjadi penting, karena di sisi lain pengangguran pun bisa berkurang,” timpal Abdul Majid Arif dari perguruan Persinas Asad yang pernah mengharumkan nama Kab. Bekasi.

Maulana Rizki Perdana yang masih kuliah di Pelita Bangsa dan juga pernah meraih prestasi di tingkat nasional dan juara II di kelas F Timbangan 75 Kg, mengatakan bahwa lewat kejuaraan seperti ini dirinya ikut senang.

Sementara itu, juri senior yakni Kasih Dwipurnomo dari perguruan Setiati Terate, mengatakan walaupun petarung dari perguruannya ikut tanding, apabila ia terlibat sebagai juri dirinya harus bisa memposisikan diri sebagai juri profesional dan tidak boleh berpihak. “Juri itu harus bisa memberikan contoh, jadi ketika posisi sebagai juri harus bersikap netral. Sebab tujuan kami di sana harus bisa menciptakan atlet pencak silat, petarung-petarung yang unggul, dan dapat dipersiapkan untuk mengikuti berbagai ivent baik tingkat propinsi maupun nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan keinginan untuk mencari bibit pesilat yang mampu bertading. Karenanya, seperti untuk poin tertinggi, yang perlu dilihat dari setiap pesilat adalah apabila dia bisa melakukan serangan dan jurus tangkap dan banting itu mendapat nilai 1 plus 3 = 4 poin. “Nah, seperti inilah yang kita persiapkan untuk menghadapi di PORDA XIII Jawa Barat nanti,” pungkasnya. (Ts)

3 Comments

  1. I see your page needs some fresh & unique articles. Writing manually is time consuming, but there is solution for this hard task.
    Just search for; Miftolo’s tools rewriter

Leave a Reply to MerleOyoutkv Cancel reply

Your email address will not be published.


*