Korupsi Dana Raskin, Monang Habeahan Akhirnya Ditangkap

>>>Setelah Beberapa Kali Mangkir dari Panggilan Kejari

Dairi (Bintang Save) – Kejaksaan Negeri Sidikalang yang dipimpin oleh Jonny W. Pardede menangkap mantan Camat Sumbul, Monang Habeahan, Senin pekan lalu. Dari laporan di lapangan, Monang Habeahan langsung dilempar ke dalam mobil tahanan sekitar pukul 12 WIB waktu setempat untuk dilakukan proses hukum selanjutnya. Ia ditangkap terkait kasus korupsi penyimpangan dana beras miskin (Raskin) yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 668.272.000.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah beberapa kali Monang Habeahan mangkir dari panggilan Kejari Sidikalang dengan berbagai alasan. Monang Habeahan memang dikenal publik pandai mencari alibi untuk menutup-nutupi kasus yang menjeratnya sejak 2015-2016 lalu itu.

Penangkapan Monang Habeahan ini sekaligus membuka kemungkinan adanya pejabat Kabupaten Dairi yang akan ditangkap. Jika kemungkinan tersebut terjadi, tentunya ini akan menambah deretan nama-nama pejabat Pemkab Dairi yang bakal masuk bui lantaran terjerat kasus korupsi. “Kemungkinan tetap ada, tapi kita akan lakukan penyelidikan terlebih dahulu,” kata Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Sidikalang, Wijaya.

Selama masa kepemimpinan Bupati Dairi Kra. Johnny Sitohang, S. Sos dan Irwansyah Pasi, SH., dapat dikatakan situasi di internal Pemkab Dairi adem-adem saja. Nyaris tak terdengar ada pihak yang berurusan dengan tindak pidana korupsi. Namun, kondisinya kemudian berubah setelah mantan Kadis Pendidikan/ Bappemas Kab. Dairi, Drs. Pasder Berutu tertangkap.

Situasi yang terjadi diakhir masa pemerintahan Johnny dan Irwansyah itu rupanya menjadi awal dari rentetan kasus korupsi lainnya, sehingga membuat kenyamanan PNS terganggu. Sejumlah pejabat Pemkab umumnya enggan berkomentar dan sebagian lagi mengaku ketakutan dengan banyaknya pejabat Eselon II yang tertangkap ini.

Terlebih lagi, setelah mereka mendengar kabar bahwa masih akan ada pejabat dari Pemkab Dairi yang kemungkinan terjerat kasus serupa seperti Pasder Berutu. Pasder Berutu sendiri diakui merupakan satu-satunya pejabat Eselon II yang ditakuti di Kab. Dairi. Tapi, ia pun bisa dipenjara.

Persoalan ini tentu harus mendapat perhatian lebih dari Bupati dan Wakil Bupati Dairi. Alangkah baiknya jika para pejabat-pejabat yang namanya belum terusik didorong untuk melakukan perubahan terhadap pola kerja yakni harus sesuai koridor dan peraturan. Upaya “bersih-bersih” dengan melakukan pemantauan dan pengawasan ekstra ketat sudah waktunya dimulai terhadap pejabat, semisal dengan membentuk tim Sebar Pungli.

Hal ini penting untuk dilakukan agar di akhir masa jabatannya yang hanya tersisa satu tahun lagi ini, jajarannya dapat lebih focus mewujudkan berbagai program pembangunan sesuai dengan motto Pemerintah Kabupaten Dairi, yakni: Bekerja Untuk Rakyat. Ulah pejabat korup semacam ini, tentunya akan menjadi bahan cemoohan rakyat selain bisa menghambat proses pembangunan juga. Tingkat kepercayaan rakyat terhadap Pemkab pun akan menurun. (MP)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*